Jadwal Pengeluaran Racun dari Tubuh Kita

Jadwal Pengeluaran Racun Dari Tubuh Kita

Pada waktu-waktu tertentu, sistem tubuh kita MEMBUANG RACUN di dalam nya. Bila kita MENGENALI JADWALNYA, kita dapat MEMAKSIMALKAN PEMBUANGAN RACUN tersebut. Karena misalnya, TIDUR TERLALU MALAM atau BANGUN TERLALU SIANG, bisa mengacaukan proses PEMBUANGAN ZAT-ZAT tidak berguna.

 

~ Dari Tengah Malam s/d pukul:04.00 Dini hari adalah: WAKTU BAGI SUMSUM TULANG BELAKANG untuk: MEMPRODUKSI DARAH. SEBAB ITU, TIDURLAH YG NYENYAK & JANGAN BEGADANG. HAYO, KITA CERMATI JADWALNYA :

 

1. Malam Hari Pukul 21.00- 23.00 :

adalah WAKTU PEMBUANGAN ZAT2 tidak berguna/BERACUN (DETOXIN) di bagian SISTEM ANTIBODI (KELENJAR GETAH BENING).

* Selama durasi waktu itu, KITA HARUS DALAM SUASANA ”TENANG” atau ‘MENDENGARKAN MUSIK’.

* JANGAN SIBUK BEKERJA di waktu-waktu Ini.

 

2. MALAM HARI Pukul 23.00-01.00 :

Dini hari, terjadi proses DETOXIN di bagian HATI yang berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

 

3. Pukul 01.00-03.00 Dini hari :

PROSES DETOXIN di bagian EMPEDU, juga berlangsung dalam kondisi tidur.

 

4. Dini Hari Pukul : 03.00-05.00 :

terjadi DETOXIN di bagian ”PARU”‘. Sebab itu akan terjadi BATUK yang HEBAT bagi penderita batuk selama durasi waktu Itu.

*Karena proses pembersihan (DETOXIN), telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar tidak merintangi proses pembuangan kotoran.

 

5.Pagi Pukul 05.00- 07.00 :

DETOXIN di bagian USUS BESAR, harus BUANG AIR, JANGAN DITAHAN-TAHAN.

 

6.Pukul: 07.00-09.00 :

WAKTU PENYERAPAN GIZI MAKANAN bagi USUS KECIL, jadi harus makan pagi.

* Bagi orang yang sakit sebaiknya makan LEBIH PAGI, yaitu : sebelum pukul: 06.30

* Makan pagi sebelum Pukul: 07.30 : SANGAT BAIK BAGI KESEHATAN. (sehatislamy.com)

 

Pasted from <http://kiatsehat2010.blogspot.com/2012/06/jadwal-pengeluaran-racun-dari-tubuh.html>

 

Rahasia Posisi Tidur Rasulullah

Rahasia Posisi Tidur Rosulullah Diungkap Para Ilmuwan

Jam-jam tidur setiap manusia berbeda-beda, tergantung frekuensi kegiatan dan jam-jam sibuk orang itu. Akan tetapi ada waktu, dimana tidur akan membawa mimpi buruk, karena pada saat itu terjadi perpindahan suasana, seperti pada waktu shalat shubuh atau waktu ashar (sore hari).

Selain dosis tidur yang melebihkan, posisi tidur pun mempunyai andil besar dalam menjaga vitalitas kesehatan tubuh. Dalam hal ini Ibnu Qayyim Al-Jauziah dalam bukunya metode pengobatan nabi. Mencatat beberapa hal tentang tidur membahayakan bagi kesehatan.
Posisi Tidur terlentang dan menelengkup
Dalam riwayat yang direkam Abu Umamah dalam Musnad dan Sunan Ibnu Majah menyebutkan bahwa nabi pernah lewat di hadapan seorang lelaki yang sedang tidur menelengkup maka beliau menyepaknya dengan kaki beliau sambil bersabda: “bangun dan duduklah! Inilah tidurnya para ahli neraka!”.

Hippocrates menambahkan sikap tidur ini dalam bukunya at-taqdimah yang menyebutkan: “kalau seorang yang sakit tidur menelungkup, padahal pada waktu sehat ia tidak terbiasa tidur demikian. Itu menunjukkan otaknya tidak beres, atau memang ada penyakit di sekitar perutnya.
Waktu Tidur Yang Dianjurkan
Terkait dengan waku tidur, disinyalir bahwa tidur siang menimbulkan penyakit akibat kelembaban tubuh, semisal merusak pigmen tubuh, menyebabkan penyakit empedu, menyebabkan kemalasan dan melelahkan syahwat.
Dalam hal ini, tidur siang digolongkan menjadi tiga macam: khuluq, khuruq, dan humuq.
1. khuluq adalah tidur di tengah hari. Disebut khuluq (ahklak) karena itu adalah kebiasaan Rasulullah SAW.
2. khuruq adalah (perusak) adalah tidur di waktu dhuha.
3. humuq (kebodohan) adalah tidur di waktu ashar.
Seorang ahli syair mengatakan: “sesungguhnya tidur di waktu dhuha adalah dapat menyebabkan kemalasan bagi para pemuda, tidur ashar dapat menimbulkan gila”.
Lokasi Tidur yang berbahaya
Tidur dibawah sengatan matahari juga dapat memicu timbulnya penyakit terpendam. Tidur antara sinar matahari dengan tempat teduh juga tidak baik. Diriwayatkan dari Abu Daud dalam sunan-nya dari hadist Abu Hurairah, ia menceritakan: Rasulullah SAW bersabda: “kalau salah satu diantara kalian berada dibawah matahari, tiba-tiba terkena teduh sehingga sebagian tubuhnya di bawah sinar matahari dan sebagian lagi ditempat teduh maka hendaknya ia bangkit”.
Secara logis hal ini mudah dipahami, karena cahaya matahari menyebabkan berbagai penyakit seperti tekanan panas klenger (sunstroke), kejang otot (kram), dan lain-lain. Penyakit-penyakit yang timbul karena cahaya matahari ini memiliki aneka ragam ciri dan gejala, yang untuk lebih detailnya memerlukan penjelasan sendiri.
Masih dari buku Metode Pengobatan Rasulullah SAW Ibnu Qayyim Al-Jauziah bahwa tidur mempunyai dua faedah besar.
1. Mengistirahatkan seluruh anggota tubuh sehingga terbebas dari rasa lelah, panic indera juga merasa nyaman, terlepas dari kerja berat saat terjaga dan melenyapkan segala kepenatan ada.
2. Sempurnanya metabolisme makanan dan proses pembakaran. Karena panas alami tubuh pada saat tidur menggelegak keseluruh tubuh sehingga membantu proses tersebut. Dengan demikian secara lahiriah, tubuh menjadi dingin. Dan karena ini pula orang yang tidur cenderung membutuhkan selimut.
Berkenaan dengan cara tata cara tidur, Rasulullah bersabda yang diriwayatkan oleh bukhari dan muslim dari bara’ bin azib: “bila kamu akan mendatangi tempat tidur maka berwudhulah seperti wudhu yang kamu laksanakan ketika akan shalat, kemudian berbaringlah diatas bagian tubuh sebelah kanan, lalu ucapkanlah: “ya Allah! Kuserahkan diri kepada-Mu, kuhadapkan waktu kepada-Mu, kuserahkan persoalan kepada-Mu, kuserahkan punggungku kepada-Mu. Tidak ada rempat bersandar dan tempat menyelamatkan diri dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan nabi yang Engkau utus!”.
Rahasia medis dari posisi Rasulullah telah di ungkapkan para ilmuan.
Diantara disebutkan bahwa posisi tidur dengan berbaring ke sebelah kanan berefaedah membantu pencernaan, mengistirahatkan kerja jantung, melemaskan, dan membebaskan anggota tubuh.
Tidur yang paling efesien adalah berbaring ke sebelah kanan agar makanan bisa berada pada posisi yang ‘pas’ dalam lambung yang mengendap secara proposional. Karena lambung cenderung miring ke sebelah kiri sedikit. Lalu beralih ke sebelah kiri sebentar agar proses pencernaan makanan lebih cepat karena lambung mengalir ke lever, baru kemudian di lanjutkan dengan berbaring ke sebelah kanan saja agar cepat tersuplai dari lambung.
Jadi berbaring ke sebelah kanan dilakukan di awal tidur dan di akhir tidur. Terlalu banyak berbaring ke sebelah kiri membahayakan jantung dan menyebabkan seluruh organ mengarah ke jantung, sehingga banyak unsur tubuh yang menyerang jantung.