Bersiap belajar lagi

 

Posted by  in EducationKontributor | 0 comments

Bersiap Sekolah Ke Luar Negeri [Tips]

 

[facebook_ilike]

 

Ditulis juga di http://imanusman.com


Siapa sih yang nggak pengen sekolah ke luar negeri? Tanpa bermaksud untuk mengkerdilkan pendidikan di negeri kita, tapi memang sekolah ke luar negeri jadi salah satu daya tarik bagi kebanyakan pelajar di Indonesia, dan Amerika Serikat mungkin jadi salah satu tujuan utama (atau favorit). Sebelumnya, gue sempat sharing tentang apa sih kelebihan sekolah ke luar negeri. Intinya, mulai dari mendapatkan guru-guru terbaik di dunia, fasilitas yang super lengkap yang mendukung kegiatan belajar, teman-teman yang berasal dari berbagai negara (diversed), koneksi global, perpustakaan dengan buku-buku terlengkap, serta nilai-nilai hidup yang mungkin baru bisa kita temukan ketika berada di luar zona nyaman (kemandirian, toleransi, kesabaran, dll), adalah segelintir dari manfaat yang bisa kita temukan ketika sekolah ke luar negeri. Teman saya, Marsha Sugana pernah menulis soal Indonesian vs American Education di Jakpost juga :D

Jangankan sekolah ke luar negeri, kegiatan pertukaran pelajar singkat, pelatihan, atau bahkan liburan sekalipun banyak memberikan manfaat bagi kita. Saya sebelumnya sempat share juga mengenai hal ini, di kampus saya, FISIP UI. Intinya, bagi teman-teman yang beruntung untuk ikutan segala macam kegiatan di luar negeri, pesan gue (yang selalu juga gue ingetin ke diri gue sendiri – jangan lupa untuk give back! Nggak semua orang bisa seberuntung kita :D )  :

Makanya, mungkin salah satu pertanyaan yang paling sering gue terima adalah:

1. Gimana sih caranya dapat beasiswa untuk sekolah ke luar negeri?

2. Apa aja yang harus dipersiapkan kalau mau sekolah ke luar negeri?

Well, sebetulnya pertanyaan ini “agak salah alamat” kalo ditanya ke gue. Karena gue sendiri bahkan belum pernah (benar-benar) sekolah di luar negeri (at least untuk waktu yang lama). Herannya pertanyaan kayak gini sering banget gue terima, dan membuat gue ngerasa bertanggungjawab untuk share, at least apa yang gue tahu dan apa yang gue udah denger dari teman-teman yang udah berhasil sekolah ke luar negeri.

Pertanyaan 1: Bagaimana caranya dapat beasiswa?

Well, untuk pertanyaan ini jujur agak sulit ngejawabnya. Karena gue sendiri aja masih s1, dan juga punya pertanyaan yang sama “gimana ya dapat beasiswa ke luar negeri buat s2?” :D – The only thing I know, Be Prepared! Bersiap! Bersiap! Yes, beasiswa (apalagi untuk sekolah ke luar negeri) bukan hal yang bisa disiapin semalam, tapi itu butuh waktu, butuh proses! Mulai dari mempersiapkan diri dengan kapasitas kita, sampai be updated dengan informasi beasiswa itu sendiri. Seringkali kita cuma tahu universitas-universitas kayak Harvard, Columbia, Yale (Ivy League) di AS – padahal sebenarnya ada banyaaaak banget universitas lain yang kualitasnya juga bagus. Cuma, kita seringnya nganggap yang nyediain beasiswa dan “bagus” cuma universitas-universitas itu aja loh. Padahal belum tentu loh universitas yang secara umum bagus rankingnya, tapi juga bagus untuk major (jurusan) yang mau kita ambil. So, intinya be prepared, be updated with information. Biasanya, pembukaan beasiswa itu hampir sama kok waktunya setiap tahunnya – jadi waktunya yang harus kita tahu. Kalopun misalnya kamu mau ngambil s2 2 tahun lagi, atau masih lama (menurut kamu) nggak ada salahnya untuk cari-cari info dari sekarang, soal waktu pendaftaran, dll. Jadi ketika itu beneran datang, you already well prepared!

Beberapa links yang bisa dijadikan rujukan untuk informasi ranking di AS*:

http://www.usnews.com/rankings – includes ranks for multiple categories

National Universities Rankings:

S1 – http://colleges.usnews.rankingsandreviews.com/best-colleges/rankings/national-universities

S2 – http://grad-schools.usnews.rankingsandreviews.com/best-graduate-schools

This website is THE best source of info for undergraduate admissions (discussion forum sih, tapi it’s very informative and helpful):
or the non-discussion based website: http://www.collegeconfidential.com/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Businessweek also has a pretty good list of MBA/BBA Rankings, tapi they use different methods of ranking the schools, though they are considered more legitimate than FORBES by employers:

Selain universitas, perhatikan juga dengan kota dimana universitas itu berlokasi. Kadang itu dijadikan pertimbangan juga! Karena kan kalo sekolah disana, kita nggak cuma belajar aja – tapi juga punya kehidupan lain di luar itu.

* Thank you Marsha Sugana for helping me with the links :)

 

Pertanyaan 2: Apa sih yang harus dipersiapkan kalo kuliah/ sekolah ke luar negeri?

Note: Jawaban ini saya rangkum aja ya dari cerita teman-teman saya yang udah duluan kesana. Once more, I am not the expert in this field, tapi ya hanya mencoba membantu saya (moga-moga ga sotoy :D )

1. Persiapan Aplikasi

Selain hal-hal wajib yang sifatnya akademik (kayaktranscript), SAT/ GMAT/ GRE (Jadwal tes International SAT bisa dilihat di sini), dll (cek apa aja syarat2 yg dibutuhkan di website universitas yang kamu tuju – perhatikan bahwa kamu mengisi forms yang tepat – there might be couple of application forms that you have to prepare). Selain itu, kalo misalnya mau ke US, sekarang ada namanya Common Application (jadi kamu ga perlu ngisi application berjuta-juta kali untuk apply ke beberapa univ di sana – tp remember, kadang ada beberapa suplemen apps yang harus dipersiapkan u/ brp univ tertentu). But It helps!

Ada juga hal-hal lain yang juga ga kalah pentingnya untuk dipersiapkan:

Bahasa

Kita harus tahu bahasa apa yang digunakan baik bahasa pengantar saat kuliah, maupun bahasa sehari-hari. Meskipun misalnya bahasa pengantarnya adalah Bahasa Inggris, tapi kalo bahasa sehari-harinya adalah Perancis/ Spanyol, you need to survive, right? Biasanya sejumlah universitas menetapkan syarat untuk kemampuan berbahasa asing, khususnya bagi calon siswa dari negara yang tidak menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya. Terus gimana dong? Yups, TOEFL. Biasanya, TOEFL yang digunakan juga yang IBT (internet based toefl). Kalau merasa kemampuan berbahasanya masih kurang, jangan khawatir. Itu gunanya mempersiapkan diri jauh jauh hari, supaya kita juga bisa belajar lebih banyak soal bahasanya. Informasi tes TOEFL, salah satunya bisa dilihat disini.

Essay

Janganlah essay diremehkan! Ini jadi salah satu bagian yang vital. Kalo misalnya prestasi akademik cenderung biasa-biasa aja, essay bisa ngedongkrak banget. Atau kalaupun prestasi akademis dan non-akademisnya luar biasa, tapi pas di essay “zzzz” banget – juga dipertanyakan :)Di video yang gue upload di bawah (yg At America) – Juris (salah satu pembicara) di bagian akhir videonya – ngejelasin banget soal pentingnya essay dan gimana waktu dia bikin essay dulu. Intinya, membuat essay adalah salah satu bagian yang membutuhkan waktu yang cukup panjang, dan butuh latihan. Kamu bisa memulai dengan sering-sering membaca contoh essay dari siswa-siswa yang berhasil lolos ke universitas top (banyak kok dijual di toko buku) – atau bisa juga searching di Internet (misalnya ini). Jangan lupa minta orang untuk proofread essay kamu.

Recommendation Letter

Biasanya diminta beberapa surat rekomendasi. Surat rekomendasi biasanya diberikan oleh orang di luar keluarga inti. Dan biasanya berasal dari dua kalangan: lingkup sekolah (akademis) dan luar sekolah. Make sure bahwa orang yang surat rekomendasi buat kamu, adalah orang yang kenal dengan kamu secara personal, sehingga bisa menjelaskan who you are secara spesifik. Surat rekomendasi bukan cuma bilang hal-hal general kayak “Iya si A anak yang pintar dan rajin”, tapi sangat spesifik misalnya “A adalah anak yang punya kemauan keras untuk mengejar apa yang diimpikannya. Sewaktu itu… / di kelas saya …. ” – so, kalo orangnya nggak kenal sama kamu, gimana orangnya bisa ngasih rekomendasi tentang kamu. Ada baiknya, kamu juga kasih contoh surat rekomendasi itu kayak apa (bisa di googling) – jadi orangnya punya bayangan, apalagi kalo dia belum pernah bikin surat rekomendasi sebelumnya. Dan jangan deadliner! Kasih waktu yang cukup buat si orang itu untuk berpikir dan menuliskannya :)

GRE

Ini bisa dibilang graduate level version of SAT. Hampir semua universitas, kalo teman-teman mau ngambil semua program S2 menetapkan syarat GRE. Apa aja tes nya?

  • Verbal Reasoning — Measures your ability to analyze and evaluate written material and synthesize information obtained from it, analyze relationships among component parts of sentences and recognize relationships among words and concepts.
  • Quantitative Reasoning — Measures problem-solving ability, focusing on basic concepts of arithmetic, algebra, geometry and data analysis.
  • Analytical Writing — Measures critical thinking and analytical writing skills, specifically your ability to articulate and support complex ideas clearly and effectively.

Info soal GRE bisa dilihat disini.

2. Persiapan Biaya

Let’s say kamu sekolah di luar negeri bukan dengan beasiswa, nah penting banget mengkalkulasikan biaya yang dibutuhkan sebelum berangkat. Biasanya, pertimbangan biaya juga jadi salah satu pertimbangan dalam menentukan mau sekolah dimana. Karena taraf hidup di satu kota bisa aja beda dengan kota lainnya, meski masih dalam 1 negara. Kalaupun kamu dapat beasiswa, perhatikan juga apakah beasiswa tersebut sudah menanggung biaya yang dibutuhkan sepenuhnya? Saran gue, mungkin bisa banyak-banyak diskusi atau ngobrol sama temaan/ saudara/ senior/ dosennya yang pernah sekolah di sana, at least bisa jadi gambaran.

3. Kelengkapan Akademis dan Aplikasi

Make sure bahwa semua persyaratan yang dibutuhkan sudah lengkap (check list lagi ya) – dan kamu juga sudah siap secara mental dan finansial :D ! Kirimkan tepat waktu! Jangan sampai terlambat – sisakan waktu yang cukup untuk potensi keterlambatan :)

Mau lebih lengkap lagi, bisa juga nonton beberapa video yang menurut gue cukup relevan danrecommended:

Pertama, waktu gue ikutan sharing session di At America dan dengerin kisah temen-temen yang udah nyemplung langsung sekolah di sana (jadinya tips nya lebih terpercaya :D ). Di video ini, teman-teman bisa dapat info paling basic soal pendidikan di AS, gimana cara mempersiapkan dapat beasiswa, ampe soal student’s life dari perspektif anak muda Indonesia sendiri. Very recommended to watch the last part (Juris Tan) yang ngomongin soal How To:

 

Dan yang kedua, video dari AccessEdu yang menurut gue cukup singkat dan padat (kalo males nonton video yg panjang di atas) – untuk ngejelasin tips-tips yang lagi kita bahas ini.

Nah, semoga sedikit tulisan ini bisa membantu teman-teman yang lagi berharap dan berjuang untuk bisa sekolah di luar negeri. Ga salah kok mimpi tinggi-tinggi, toh pendidikan memang jadi eskalasi hidup kita (seperti yang selalu dibilang Mas Anies Baswedan kepada saya :D ) – Kalau ada yang mungkin punya pengalaman serupa, mungkin bisa sharing dan nambahin juga :) Coba cari informasi dari sumber lain juga ya, siapa tahu saya ada yang terlupa atau terlewatkan. Semoga bermanfaat :) . Kalau menurut teman-teman ini bermanfaat, silahkan di share ke yang lain. Let’s make more Indonesians going abroad for good :)

Note: salah satu website yang cukup oke untuk dijadikan panduan juga (khususnya buat yang mau kuliah di AS): College Confidential

copy from

http://indonesianfutureleaders.org/?p=35741

Advertisements

Suka Duka Belajar di Luar Negeri

 Bersekolah di luar negeri merupakan impian yang memiliki keuntungan seperti:
  1. Pengalaman baru.
    Dengan kuliah di luar negeri berarti akan menemukan suasana baru yang secara otomatis akan mendapatkan pengalaman baru yang tidak didapati di dalam negeri. Semakin banyaknya pengalaman di luar negeri maka orang tersebut akan mengerti tentang dunia luar.
  2. Memiliki teman dari mancanegara
    Memiliki teman dari mancanegara akan memperbanyak dan menambah koneksi yang nantinya akan sangat berguna sebagai penunjang karier, apalagi jika berencana menetap dan bekerja  di luar negeri. Selain hal tersebut keuntungan lain yang bisa didapatkan adalah dapat bertukar informasi dan pengalaman.
  3. Pendidikan di luar negeri (terutama di negara maju) pendidikannya lebih maju
    Biasanya tingkat pendidikan diluar negeri ditunjang dengan teknologi yang maju terutama di negara yang sudah maju. Selain itu universitas diluar negeri (negara maju) peringkatnya lebih tinggi dan statusnya lebih diakui dan terakreditasi. Bisa juga melakukan studi perbandingan antara pendidikan di dalam negeri dan luar negeri.
  4. Memudahkan mencari pekerjaan di dalam negeri
    Setelah lulus kuliah dari universitas di luar negeri dan berkeinginan berkarier di dalam negeri, maka ijazah yang didapat dari luar negeri akan memudahkan mencari pekerjaan karena biasanya dianggap memiliki prestisi yang lebih tinggi.

Meski ada keuntungan atau suka dalam studi di luar negeri, namun perlu diingat ada beberapa hal-hal yang mungkin tidak diinginkan (duka) seperti:

  1. Kesedihan berpisah dengan keluarga.
    Mungkin untuk pertama kalinya akan muncul rasa takut karena membayangkan hidup sendiri di negeri orang. Dengan kuliah di luar negeri pasti harus berpisah dengan keluarga dan akan menimbulkan rasa home sick. Tapi tenang, dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini solusinya pun mudah. Cukup dengan menggunakan fasilitas seperti email, telepon dan jejaring komunitas seperti Facebook, Friendster atau Twitter, rasa kangen itu bisa terobati. Jika ingin bertatap muka, cukup memakai fasilitas web camera. Tidak sulit kan?
  2. Kendala cuaca yang ekstrem
    Jika sebelumnya terbiasa dengan dua musim yakni musim kemarau dan musim hujan, maka saat kuliah di negara yang memiliki empat musim tentunya harus bisa beradaptasi dengan kendala cuaca yang sangat ekstrem, terutama saat musim dingin dan musim panas.
  3. Kendala Bahasa
    Bila kuliah di negeri orang yang bahasa Inggrisnya merupakan bahasa utama mungkin itu tidak masalah. Tetapi lain halnya bila kuliah di negara yang mayoritas penduduknya tidak berbahasa Inggris. Maka dari itu kita harus rajin mencoba mempelajari bahasa yang digunakan oleh penduduk lokal.
  4. Sistem Pendidikan yang Berbeda
    Di Indonesia, selama bertahun-tahun kita diajarkan untuk mendengarkan dosen atau guru mengajar dimana para mahasiswa atau murid hanya berpartisipasi secara pasif. Di negara maju, setiap kuliah atau seminar justru didominasi oleh mahasiswa. Satu persatu mahasiswa harus mengulas setiap jurnal ilmiah yang telah disediakan. Dosen hanya berperan mengomentari atau memberi pertanyaan. Mahasiswa dituntut aktif mengkritik, kalau bisa habis-habisan, setiap jurnal ilmiah yang sedang ditelaah.

(Diolah dari berbagai sumber)

Serba Serbi Beasiswa di Luar Negeri by Kemenlu

A. Jenis-jenis Beasiswa
Beasiswa ke luar negeri ada banyak macamnya, di antaranya adalah :
  1. Beasiswa penuh, merupakan beasiswa yang keseluruhannya ditanggung oleh pihak penyelenggara, dari mulai biaya sekolah, biaya belajar, biaya hidup bulanan, dan ongkos pesawat pulang-pergi (PP). Contohnya seperti Ausaid, Stuned, Fulbright, Chevening dan Monbukagakusho.
  2. Beasiswa Teaching Assistanship (TA), merupakan beasiswa yang berbentuk upah karena bertugas untuk membantu dosen atau menjadi asisten untuk mengajar. Biasanya diberikan kepada mahasiswa S3 atau S2 dimana bertugas mengecek tugas-tugas atau mengajar mata kuliah untuk angkatan di bawahnya. Jumlah upahnya bervariasi, tapi pada umumnya cukup untuk membiayai hidup per bulan, seperti untuk tempat tinggal, makan, dan transportasi. Beasiswa ini biasanya diberikan oleh universitas-universitas di Amerika Serikat dan Kanada.
  3. Beasiswa Research Assistanceship (RA), hampir sama dengan TA. Tapi kalau RA lebih terlibat dalam proyek-proyek yang dibuat oleh dosen.
  4. Beasiswa dalam bentuk proyek PhD, merupakan beasiswa berupa gaji bulanan yang ditawarkan oleh beberapa universitas di Eropa Barat, seperti  Belanda, Jerman, Swiss, Italia, Perancis, dan Spanyol dimana seorang profesor atau kelompok penelitian memenangkan sebuah proyek penelitian selevel PhD.
B. Syarat-syarat Melamar Beasiswa ke Luar Negeri
Ada beberapa hal utama yang perlu diperhatikan apabila ingin melamar sebuah program beasiswa ke luar negeri, yaitu :
  1. Memiliki nilai TOEFL minimal 550.
  2. Memiliki nilai IP atau IPK minimal 3.
  3. Memiliki banyak pengalaman berorganisasi.
  4. Siapkan statement of purpose (SoP) yang spesifik, artinya buatlah SoP yang berbeda atau khusus untuk setiap program beasiswa yang dilamar.
  5. Pelajari sebanyak mungkin mengenai universitas dituju, mulai dari jurusan yang dipilih, para dosen, bahkan para alumni universitas tersebut.
  6. Buatlah format CV yang sistematis dan ringkas dimana memuat points of importance (hanya yang penting-penting saja).

 

C. Langkah-langkah untuk Memenangkan Beasiswa

  1. Teliti dalam melihat iklan-iklan mengenai beasiswa karena siapa tahu ada program beasiswa yang sesuai dengan keinginan Anda.
  2. Ambil formulir beasiswa yang Anda inginkan dan bacalah dengan seksama. Pastikan program beasiswa tersebut cocok dengan syarat-syarat yang Anda miliki, seperti usia, latar belakang, dsb.
  3. Pastikan Anda mengetahui dengan jelas kemana Anda akan kuliah dan jurusan apa yang ditawarkan oleh program beasiswa tersebut.
  4. Kumpulkan persyaratan yang diminta oleh program beasiswa tersebut, seperti nilai TOEFL.
  5. Pastikan aplikasi yang Anda buat dapat ‘menjual diri’ Anda dimana penyelenggara program beasiswa tersebut dapat memahami betul bahwa Anda benar-benar membutuhkan beasiswa tersebut.
  6. Perhatikan waktu jatuh tempo program beasiswa tersebut.

 

(Diolah dari berbagai sumber)

Persiapan Studi di Luar Negeri by Kemenlu

Hal yang paling utama harus dilakukan saat kuliah di luar negeri adalah kemampuan untuk bisa beradaptasi dengan suasana yang baru. Oleh karena itu, persiapan-persiapan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
  1. Konsultasi dengan Perwakilan Lembaga Pendidikan Asing
    Melalui konsultasi dengan perwakilan lembaga pendidikan, maka akan diperoleh informasi mengenai langkah-langkah yang harus ditempuh untuk memulai perburuan studi ke luar negeri. Umumnya, calon mahasiswa terlebih dahulu mempersiapkan sejumlah berkas yang diperlukan, seperti ijazah, transkrip, paspor, akta kelahiran, dan semua berkas yang mungkin diminta oleh perguruan tinggi yang dituju, atau oleh pihak kedutaan saat mengajukan permohonan visa. Dengan melihat kepada persyaratan yang diminta oleh perguruan tinggi, calon mahasiswa sebaiknya segera melengkapi diri dengan sejumlah ujian yang berlaku secara internasional seperti TOEFL/IELTS, GMAT (untuk bidang manajemen), dan GRE (untuk bidang sains).
  2. Pelajari Universitas yang Dituju
    Untuk lebih mematangkan persiapan studi, cari informasi sedalam-dalmnya mengenai universitas yang dituju. Mulai dari jurusan yang dipilih, para dosen, bahkan para alumni universitas tersebut. Jangan lupa untuk memahami jadwal studi (sylabus) jurusan yang diminati agar tahu mata kuliah apa saja yang akan dipelajari nantinya.
  3. Pengurusan Izin Tinggal di Luar Negeri
    Untuk memulai kehidupan di luar negeri biasanya diperlukan untuk mengurus sendiri izin tinggal di kepolisian, membayar tuition fee, menguangkan traveller cheque, membuka rekening bank, mencari tempat tinggal tetap, dan menemui calon pembimbing.
  4. Adaptasi kemungkinan adanya shock culture
    Perbedaan kebudayaan sering menjadi kendala. Kebudayaan timur sangat berbeda sekali dengan kebudayaan barat. Misalnya dalam hal adat istiadat sehari-hari.
  5. Adaptasi keadaan iklim yang sangat ekstrim
    Jika berstudi di negara yang memiliki empat musim sudah seharusnya menyiapkan persiapan kebutuhan yang diperlukan pada saat musim-musim yang bersuhu ekstrim. Terdapat kemungkinan converter suhu yang digunakan bukanlah celcius seperti di negara Amerika Serikat yang menggunakan fahrenheit.
  6. Cermat mengatur pengeluaran dan pemasukan.
    Jika bersekolah di luar negeri dengan full scholarship, terkadang tidak perlu pusing perihal soal keuangan. Tetapi  tetap saja diperlukan manajemen keuangan yang baik dalam hal pemasukan dan pengeluaran. Rencana matang perlu diatur sebaik mungkin agar tidak defisit nantinya. Jika dapat dimungkinkan, magang atau melaksanakan part time dapat menambah kebutuhan keuangan yang diperlukan.
  7. Meningkatkan Kemampuan Bahasa Asing
    Calon mahasiswa harus meningkatkan kemampuan bahasa yang sesuai  dengan pengantar perkuliahan nantinya. Kursus intensif, atau bergabung dengan sejumlah klub bahasa merupakan langkah yang dapat ditempuh untuk memperbaiki kemampuan bahasa.

(Diolah dari berbagai sumber)