Dinding-Dinding Kaca

Ringkasan Buku Dinding-Dinding Kaca : Memahami Orang-Orang Autistik

Kuayun-ayunkan badan ketika dia mengayun-ayunkan badan, kukepak-kepakkan tangan ketika dia mengepak-ngepak, berteriak dan bersenandung. Kami menjulingkan mata kami pada saat yang sama, menabrakkan tubuh kami ke dinding bersama, menggigit tangan sendiri bersama-sama, membenturkan kepala kami secara serempak. Aku menjadi cerminnya.

Tak ada yang mengira, Howard Buten sang artis pantomim, penulis sejumlah novel, yang juga psikolog ini, berhasil seperti apa menjadi autistik. Dalam perjalanan panjangnya, Buten menemukan bahwa dengan meniru semirip mungkin semua gerak tubuh pasien autistik, dia bisa menarik perhatian mereka dan –yang lebih penting–mampu berempati kepada mereka. Rasa memahami ini juga menjadi jalan untuk menembus ”dinding kaca” yang mengisolasi para penyandang autisme.

Dinding-dinding Kaca adalah curahan hati Buten yang selama tiga dasawarsa bekerja dengan anak-anak autistik. Selama itu, Buten merasakan bahwa definisi dan deskripsi mengenai autisme — seperti apa dan dari mana asalnya—hanya membuat frustrasi. buten pun berusaha menemukan caranya sendiri– membuat para penyandang autisme itu menjadi hidup; membuat mereka lebih memesona dan lebih mempesona dan lebih baik.