Rasulullah said ‘My family is My Paradise’

My family is not a perfect family

But my my family is a perfect family for me

Ya keluargaku adalah bukan keluarga yang sempurna

Kami berlima memiliki karakter yang berbeda satu dengan yang lainnya

 

Secara keseluruhan kami memiliki sifat temperamental alias mudah marah

Yup…sesuai dengan teori Minang “Aia titiran jatuahnyo kapalimbahan”

Yang artinya sifat-sifat dari orang tua akan diwariskan kepada anak-anaknya

 

Ayahku seorang berkulit sawo matang dengan perawakan sedang ala orang timur

Mata sipit, hidung mancung, muka tirus dan berotot sedang .. (haha … ayah bilang itu hasil ia sibagai tukangnya  si itam ‘kereta api’)

Ia seorang yang sensitif, mudah marah, mudah sedih, bahkan kata mama mudah menangis (ya.. Itu kata mama), mudah iba pada orang lain, mudah panik, dan penyayang pada anak-anaknya (kalo ada rezeki, ia akan memilih membelanjakan untuk anak dan orang lain dibandingkan dirinya sendiri), sangat peduli pendidikan, sehingga tamatan STM ini mempersilahkan mama melanjutkan pendidikan SPG hingga menyelesaikan S1 PGSD-nya dan beliau & mama juga punya mimpi nanti bisa membangun sekolah di Payakumbuh (yang bagiku adalah impian tuk hidupku juga).

 

Ibuku, seorang pahlawan tanpa tanda jasa, di sekolah dan terutama sekali di rumah kami. Ia seorang yang penyayang (hhmm … itulah seorang ibu), ia juga mudah panik, sekarang sering tampak seperti perilaku anak didiknya, lebih memilih diam jika ia merasa kehendaknya tidak terpenuhi, mementingkan pendidikan anak-anak, kadang sering (haha … mana yang benar ya?! Kadang atau sering) tidak konsisten dengan yang pernah disampaikannya terkecuali tentang pendidikan, selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan kami untuk pendidikan sebisa mungkin (ya … seperti pns lain lah, kredit aj), walau ia suka bilang uang dari mana kalau kita ingin sesuatu yang manfaat kurang nyata baginya, namun kalau bilang tuk belajar, kuliah atau untuk tambah keterampilan, ia akan bilang ‘Ikut lah, uang atau keperluannya, ada lah’, dan benar, ia bank yang terduga-duga kejutannya.

 

Adik laki-lakiku, benar-benar palimbahan dari ayahku, seorang bocah laki-laki yang menurut teman-temanku punya penampilan yang boleh lah, karena postur badannya. Bocah laki-laki berkulit sawo matang dengan mata sipit ala Jepang plus rambut kriwil. Ia juga temperamental, mudah marah saat ada benturan (ya … sekarang dah mulai bisa terkontrol), perhatian (pada keluarga, absolutely yes), pencemas apalagi kalo salah satu member tidak jelas kemana alamatnya atau bersemayam di tempat lain lebih dari 2×24 jam, pandai menghargai orang lain, sayang dengan anak-anak, suka musik, n kalo dah di rumah kadang bisa sama dengan gadis pingitan (hehe …. )

 

Adik perempuanku, waktu kecil sangat mirip anak Cina, kuning langsat, mata sipit, hidung pesek, dan muka bulat, banyak yang bilang lebih mirip adik laki-lakiku. Sejak kecil ia sering berpergian bersamaku, karena mama lebih ingin tanpa pengasuh, dan sekarang ia menjadi lebih mirip denganku, bahkan sifat-sifat ‘imitating of me’. Namun ia tetap dengan dirinya yang suka merengek dan mencari perhatian layak anak bungsu pada umumnya, serta mudah marah (plus lempar melempar barang dan mengucap mantera sakti yang ia pelajari dari pergaulannya … huff). Karena masuk sekolah lebih cepat dari standar, ia sering menjadikan ini sebagai alasan untuk tingkahnya yang manja. Begitu juga ia tetap dirinya yang mudah minta maaf, suka makan, dan luar biasa sekarang ia lebih akur dengan mantan adik bungsuku, bercanda lebih lama, baru kemudian bertengkar di ujungnya, sekarang mulai saling berdiskusi saat main game, de el el.

 

Aku, aku titisan ayahku kata orang-orang di kampung karena wajahku yang begitu mirip dengan beliau plus kulit sawo matang. Kata mama sifatku kombinasi ayah dan mama, kalau marah ku bisa sengeri  ayah, namun punya peduli dengan orang lain seperti ayah juga, parahnya aku masih harus belajar untuk menggunakan kata ‘tidak’. Bagian dari mama, aku senang berorganisasi dan bermasyarakat seperti mama, n juga suka mengutak atik pekerjaan yang berbau kerumah-rumahan bahkan termasuk masalah pertukangan. Walau umum semenjak kecil aku lebih dikenal sebagai riak air yang tenang (suit..suuuitt…hidung ku kembang kembang kempissssssss, hehe …).

 

Yang membuat keluargaku yang bukan sempurna menjadi ‘my paradise’ adalah saat satu tekanan amarah ada di puncak gunung akan ada yang membawa angin segar dari lembah sehingga suhu panas itu segera sejuk, dan setiap person telah pernah melakukannya.

 

Maka sempurnalah my paradise … Alhamdulillah, Maha Besar Sang Pencipta yang Sempurna Penciptaannya 🙂

Yang menjadikan kami bersama untuk saling membangunkan untuk mendirikan shalat, bisa mendengarkan tilawah Qur’an di waktu shubuh dan petang, bergantian menhidupkan TV tuk mendengar ceramah agama di pagi hari dan saling menasehati untuk yang lebih baik, dan bisa duduk tuk nonton bersama, de el el.

Alasan Tidak Boleh Minum Berdiri

Dalam hadist disebutkan “janganlah kamu minum sambil berdiri”. Dari segi kesehatan. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfinger. Sfinger adalah suatu struktur muskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup.
Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Jika kita minum sambil berdiri. Air yang kita minum otomatis masuk tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika menuju kandung kemih itu terjadi pengendapan di saluran speanjang perjalanan (ureter). Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter inilah awal mula munculnya bencana.
Betul, penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang sungguh berbahaya. diduga diakibatkan karena Susah kencing, jelas hal ini berhubungan dengan saluran yang sedikit demi sedikit tersumbat tadi.
Dari Anas r.a. dari Nabi saw.: “Bahwa ia melarang seseorang untuk minum sambil berdiri”. Qatadah berkata, “Kemudian kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahwa hal itu lebih buruk.”
Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.
Adapun rasulullah saw pernah sekali minum sambil berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat azas darurat!
Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum.
Ketenangan ini hanya bisa dihasilkan pada saat duduk, di mana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.
Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.
Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.
Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokkan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.
Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu berkata: “Lihatlah orang itu duduk seperti budak.” Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w.: “Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak.” Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, “Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan” (HR Bukhar).
dari berbagai sumber

Forum Studi Islam UNP Bukittinggi

Just ‘Go’ alamat ini

http://www.facebook.com/pages/Forum-Studi-Islam-UNP-Buktinggi/184391384908060?v=wall

Mari berbagi bersama tuk ‘RUMZI’ rencana untuk membangun zaman islam…..kehidupan nuansa islami…bersama….

Berita Dunia, Posted 2008

BERITA DUNIA : Islam Menjadi Agama Paling Berkembang di Amerika Jan 10, ’08 11:07 PM
for everyone

Link: http://www.gatra.com

Namanya cukup populer di kalangan lintas agama di Amerika Serikat. Bukan hanya karena ia imam Masjid Al-Farah yang hanya berjarak 12 blok dari gedung kembar World Trade Center (WTC) yang lumat dalam tragedi bom 11 September 2001. Tapi, lebih karena ia rajin menyambangi gereja dan sinagog untuk memberi ceramah tentang Islam. Demikian pula, ia kerap tampil dalam siaran-siaran radio dan televisi di Amerika untuk meluruskan salah persepsi dan pandangan bias terhadap Islam.

Pada 1997, ia mendirikan ASMA (American Sufi Muslim Association) Society, sebuah organisasi nirlaba bidang pendidikan dan kebudayaan Islam. Lalu, setelah peristiwa 11 September, ia memimpin Cordoba Initiative, sebuah gerakan lintas iman yang berusaha memperbaiki hubungan Dunia Islam dan Amerika. Pria berdarah Mesir yang lahir di Kuwait dan mulai tinggal di Amerika sejak usia 17 tahun ini juga tercatat sebagai pengurus One Voice, sebuah kelompok yang bertujuan membangun perdamaian antara bangsa Israel dan Palestina.

Belum lama ini, karyanya yang berjudul What’s Rights with Islam: A New Vision for Muslim and The West diterbitkan dalam edisi Indonesia oleh penerbit Mizan. Ia melontarkan semacam pendekatan baru untuk membangun saling pengertian di antara umat beragama. Wartawan Gatra Erwin Y. Salim, Basfin Siregar, dan fotografer Tresna Nurani berkesempatan mewawancarai Imam yang bicaranya sangat halus ini. Berikut petikannya:

Berapa jamaah masjid Anda?
Sekitar 400 orang tiap salat Jumat. Tapi, karena masjid kami kecil, kami melakukan dua kali salat Jumat. Ini mulai kami lakukan sejak dua tahun lalu karena jamaah makin banyak. Salat Jumat pertama mulai pukul 13.00 siang, selesai 13.40. Setelah itu mulai shift kedua dari pukul 13.40 sampai katakanlah 14.30. Khotbah pertama biasanya singkat, 10-15 menit, sedangkan yang kedua sampai setengah jam. Saya biasanya berkhotbah di shift kedua.

Bagaimana kondisi muslim di Amerika pada awal tinggal di sana?
Waktu itu komunitas muslim di Amerika sangat sedikit. Mungkin hanya beberapa ratus ribu. Tapi sekarang muslim Amerika diperkirakan lebih dari 7 juta orang. Islam sekarang menjadi agama yang paling berkembang di Amerika. Waktu itu tidak banyak orang Amerika yang percaya pada agama. Tapi sekarang mereka kembali ke agama. Mereka sekarang lebih serius memandang agama.

Anda pernah merasakan sikap curiga Barat?
Terkadang, ya. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, orang berubah. Generasi muda di Amerika saat ini tidak memiliki sikap seperti pendahulu mereka. Para kakek mereka melihat orang muslim secara berbeda. Tapi generasi muda tidak. Memang benar orang Barat melihat kami dengan pandangan berbeda. Tapi sekarang sudah berubah. Saya pernah memberi kuliah di Texas dan bertemu dengan remaja Amerika Latin yang bercerita bahwa kawan baiknya adalah remaja Pakistan dan ia sering mendengar tentang Islam dari keluarga itu.

Apakah banyak orang Amerika menganggap Islam teroris?
Setelah tragedi WTC, tentu ada ketakutan terhadap terorisme. Memang masih ada yang menganggap muslim sebagai teroris. Tapi ada juga yang tidak. Salah satu tugas kami adalah menjelaskan bahwa kami bukan cuma teroris, tapi juga menjelaskan mengapa itu terjadi. Dalam ceramah saya di hadapan anggota Kongres dan Senat, saya bilang, banyak umat Islam marah kepada Amerika karena politik luar negerinya.

Karena itu, Amerika harus mengubah politik luar negerinya. Amerika tidak memperlakukan dunia Islam secara benar. Ini adalah hal mendasar. Konflik ini bukan karena karena agama. Ini karena hal-hal lain seperti ekonomi dan sebagainya. Sekarang makin banyak anggota Kongres yang tidak menyukai pemerintahan Bush. Mereka ingin Pemerintah Amerika bersikap lebih baik terhadap dunia Islam. Mereka menginginkan dialog.

Jadi, apa sebenarnya akar konflik Barat-Islam?
Konflik Barat-Islam dipicu oleh tiga isu. Pertama isu politik, yakni Palestina, Irak, dan Afganistan. Yang terbaru Iran. Kedua adalah bagaimana media Barat menggambarkan Islam. Mereka lebih banyak menuliskan berita yang pro-Israel. Ketiga adalah perbedaan perilaku. Di Barat, orang percaya pada pemisahan antara gereja dan politik. Tapi, muslim tidak menyukai pemisahan itu. Muslim percaya bahwa negara harus mencerminkan nilai-nilai Islami.

Bagaimana Anda menjembatani kesenjangan tiga area tersebut?
Saya memimpin sebuah lembaga bernama Cordoba Initiative yang bertujuan memperbaiki hubungan Amerika dengan dunia Islam. Salah satu proyek kami adalah mengajak cendekiawan muslim untuk merumuskan ijmak modern, terutama dari para fuqaha (ahli hukum), tentang apakah ada negara Islam. Apa itu negara Islam dan bagaimana kita mendefinisikannya. Kami percaya, soal ada tidaknya negara Islam bisa didefinisikan secara operasional. Di Indonesia, misalnya, kami mengajak Syafii Maarif untuk terlibat ijmak negara Islam ini.

Apa yang paling mengganggu Anda tentang umat Islam?
Banyak. Satu hal adalah muslim memfokuskan pada ibadat -dan itu baik— tapi mereka tidak seimbang dengan fokus pada muamalat. Mualamat itu antara lain bersikap baik pada orang lain, jujur dalam transaksi bisnis, tidak menipu, tidak korup. Itu semua adalah mualamat. Kalau Anda lihat dunia muslim saat ini, hal itu agak kurang. Itu juga sebabnya muncul gerakan politik di kalangan muslim.

Yang kedua, kita terlalu fokus pada islam, bukan pada iman. Padahal, kalau Anda lihat Al-Quran, tidak sekali pun Allah berfirman wahai orang-orang yang berislam. Selalu wahai orang yang beriman. Ini seakan-akan fokusnya adalah pada iman, pada hati. Kalau Anda perhatikan bahasanya, yang disebut pengikut sejati Rasul adalah al-mukminun, bukan al-muslimun. Muslim belum tentu mukmin. Kita masih berusaha agar menjadi mukmin. Dan saya merasa bahwa kita telah melupakan hal ini, kita mereduksi iman menjadi sekadar Islam. Itulah yang memprihatinkan saya.

Berkaitan dengan kelompok esktrem, apa yang Anda lakukan?
Saya berusaha mencari tujuannya. Saya percaya tiap orang menginginkan keadilan. Hal terpenting dalam hukum Islam adalah adallah, keadilan. Jadi, kalau dia mencari keadilan, bagaimana cara terbaik untuk mencapainya? Apakah mencari keadilan dengan main hakim sendiri, atau berusaha mengubah hukum? Orang menjadi radikal karena mereka frustasi dan tidak tahu bagaimana mengubah keadaan tanpa kekerasan.

Pandangan Anda tentang terorisme?
Apa itu terorisme? Seorang sejarawan militer Amerika mendefinisikan terorisme sebagai penggunaan orang sipil untuk tujuan politik. Itulah terorisme. Amerika memberlakukan sanksi terhadap Irak setelah Perang Teluk. Ketika Anda menghukum Saddam Hussein dengan menerapkan sanksi ekonomi, Anda menghukum rakyatnya.

Sanksi itu menyebabkan depresi ekonomi. Orang-orang yang terkena dampak sanksi ini bukanlah Saddam Hussein atau orang-orang kaya, melainkan kelas menengah dan bawah. Kelas menengah jadi miskin, sedang kelas bawah kelaparan, tidak bisa berobat, hingga akhirnya meninggal. PBB mencatat, 1 juta warga sipil Irak meninggal akibat sanksi ekonomi sejak 1992. Inilah yang menyebabkan kemarahan dan akhirnya menimbulkan terorisme terhadap Amerika.

Banyak orang Barat menggunakan istilah Islamist untuk menyebut teroris…
Saya benci kata itu. Kata yang digunakan untuk menggambarkan terorisme itu justru melahirkan kenyataan. Ketika Anda menggunakan istilah teroris Islam, Anda melahirkan kenyataan itu. Ini juga alasannya mengapa saya menolak Islamisasi. Karena ketika Anda mulai memperkenalkan perbankan islam, secara otomatis ada juga istilah terorisme Islam. Kalangan muslim tradisional tidak menggunakan kata itu. Saya jadi ingat teman saya, orang Malaysia, yang suka makan nasi padang. Dia datang ke padang dan mencari nasi padang, tentu tidak ada, karena semua nasi di sana adalah nasi padang. Jadi, ketika kita menggunakan terminologi Islamic, kita menggunakan sudut pandang nonmuslim.

Para teroris memandang bom bunuh diri sebagai jihad. Komentar Anda?
Ada dua jenis jihad. Jihad pertama adalah berperang, jihad kedua adalah melawan hawa nafsu. Nabi berperang hanya bila perlu dan tidak membunuh orang yang tidak bersalah. Tujuan Nabi bukanlah untuk membunuh seseorang, melainkan mengubah seseorang. Tidak ada otoritas apa pun, baik dalam Al-Quran maupun sunah, yang membolehkan membunuh orang tidak bersalah.

Nabi juga tidak pernah menyetujui bunuh diri, dalam kondisi apa pun. Ada kisah tentang seseorang yang ikut berperang di sisi Nabi, lalu ia terluka hingga sekarat. Karena tidak tahan sakitnya, ia lalu bunuh diri. Nabi bilang, orang itu akan masuk neraka.

Ini memang isu sensitif. Dalam soal ini, para ahli hukum memang berbeda pendapat. Ada yang mengatakan boleh, tapi mayoritas tidak sependapat. Saya termasuk pihak yang tidak boleh. Saya tidak menemukan dalil dalam Al-Quran maupun hadist yang membolehkan kita membunuh orang tidak bersalah.

Pendapat Anda tentang Islam Indonesia?
Indonesia adalah negara yang sangat penting dan juga populer di Amerika. Indonesia adalah negara muslim terbesar. Karena terbesar, Anda punya beragam tipe muslim. Anda punya pergerakan Islam di sini. Anda punya banyak lembaga pendidikan pesantren, bahkan pernah punya presiden dari kalangan pesantren. Temperamen muslim di Indonesia pun relatif menyejukkan. Saya pikir Indonesia akan memainkan perang penting.

from: http://newyorkermen.multiply.com/links/item/145/BERITA_DUNIA_Islam_Menjadi_Agama_Paling_Berkembang_di_Amerika

And also

Organisasi ‘IMAN’: Wujud Keimanan Anak Muda Muslim Chicago

Bagi sekelompok anak muda Muslim di kota Chicago, tanggung jawab utama mereka adalah bagi tetangga mereka. Oleh karena itu, tanpa memandang agama, anak-anak muda yang tergabung dalam organisasi IMAN (Inner-City Muslim Action Network) membantu komunitas miskin di sekeliling mereka di bagian Barat Laut Chicago. Jumlah program dan jasa gratis yang mereka tawarkan cukup beragam. Simak selengkapnya dalam liputan reporter VOA Ade Astuti dan Susy Tekunan dari Chicago. by News Hijabi Monologue – Sequence