MACAM RUMAH GADANG

Berdasarkan jumlah lanjar

  1. Lipek Pandan,

Rumah gadang ini berlanjar dua. Atapnya bergonjong dua.

  1. Balah Bubuang,

Rumah gadang ini berlanjar tiga. Atapnya bergonjong empat.

  1. Gajah Maharam,

Rumah gadang ini berlanjar empat. Atapnya bergonjong enam atau lebih.

Berdasarkan Sistem Keselarasan

  1. Rumah Gadang Sitinjau Lauik,

Rumah gadang Sitinjau Lauik adalah rumah gadang Koto Piliang. Pada kedua ujung rumah terdapat anjungan, yaitu ruangan kecil yang lantainya lebih tinggi dari lantai dasar. Karena mempunyai anjungan inilah, maka rumah gadang Koto Piliang disebut juga “Rumah Baanjuang”.

  1. Rumah Gadang,

Rumah gadang adalah rumah gadang dari aliran Bodi Caniago. Rumah gadang ini tidak memiliki anjungan atau surambi.

Berdasarkan wilayahnya

  1. Gajah Maharram,

Rumah gadang gajah maharram adalah rumah gadang dari Luhak Tanah Datar. Modelnya rumah baanjuang, karena wilayah ini menganut kelarasan Koto Piliang.

  1. Surambi Papek,

Rumah gadang di Luhak Agam. Rumah ini bentuknya seperti dipepat (papek). Tangganya terletak pada bagian depan sebelah kiri antara dapur dan rumah. Dapur terpisah oleh jalan untuk keluar masuk rumah melalui tangga. (Hmmm…yang ini mirip struktur rumah jepang dimana posisi ruang utama berada dekat dapur. Dan rasanya rumah Korea juga memakai struktur ini dengan bentuk rumah melingkar. Aku senang dengan tipe ini, jadi mamak bisa tau, apakah dapur rumah anak kemenakannya berasap atau tidak.)

  1. Rajo Babandiang,

Rumah Gadang di Luhak 50 Kota. Bentuknya sama dengan rumah gadang Luhak Tanah Datar, tetapi tidak memiliki anjungan. Tangganya terletak pada bagian belakang rumah antara dapur dan rumah.

Daftar Pustaka ; Budaya Alam Minangkabau, Minangkabau Ranah Nan Den Cinto, Bukittinggi: Usaha Ikhlas.

Like this on Facebook

Add this anywhere

Rumah Gadang

(Pic…download dr situs … makasih y)

Sesuai dengan falsafah “Alam Takambang jadi Guru” yang dianut oleh orang Minangkabau, maka bentuk Rumah Gadang juga disesuaikan dengan alam. Di dalamnya terkandung falsafah alam. Bentuknya seperti badan kapal, atapnya seperti tanduk kerbau. Kalau kita perhatikan bentuk rumah gadang itu, semuanya disesuaikan dengan alam. Atapnya yang lancip berfungsi membebaskan atap dari genangan air. Bentuk badan rumah yang mengembang ke atas membebaskan rumah dari ‘tampiyeh’. Kolong yang tinggi menjadikan udaranya sejuk. Rumah dibangun sejajar dengan arah mata angin.

TATA KRAMA RUMAH GADANG

Setiap perempuan yang sudah bersuami mendapatkan satu kamar. Perempuan yang termuda menempati kamar paling ujung. Ia akan pindah ke sebelah, kalau adiknya menikah pula. Perempuan tua dapat ruang di dekat dapur. Anak-anak gadis memperoleh kamar secara bersama pada bagian ujung yang lain. (Ini masih dilakukan dalam keluarga mama di Balai Betung, Payakumbuh Utara)

Anak laki-laki tidak memperoleh kamar di rumah Gadang, Anak laki-laki dan laki-laki duda tidur di surau milik kaumnya. Anak laki-laki tidu di rumah Gadang sejak umur 0-10 tahun. Umur 0-5 tahun ia tidur bersama ibunya. Umur 5-10 tahun ia akan tidur bersama neneknya dengan saudara sepupunya yang lain. (Yang ini, benar, Oom-oom ku tidur dekat dapur)

Untuk naik ke rumah gadang bagi tamu laki-laki mendehem atau batuk-batuk kecil, sedangkan bagi tamu perempuan berteriak memanggil nama tuan rumah. Sampai di tangga rumah Gadang di situ tersedia air untuk cuci kaki.

To be continue …

Daftar Pustaka ; Budaya Alam Minangkabau, Minangkabau Ranah Nan Den Cinto, Bukittinggi: Usaha Ikhlas.

Like this on Facebook

Add this anywhere