Sajian Fadillah Andini tuk Hari Mama

22 Desember 2011 adalah hari yang penting untuk Fadillah Andini, gadis kecil usia 9 tahun yang sekarang duduk di kelas V SD. Malam kamis ia sudah pusing memikirkan hadiah apa yang akan diberikan kepada mama pada hari Ibu besok. Maka diskusi panel pun dimulai, dan akhirnya disepakati bahwa besok semua pekerjaan rumah akan ia laksanakan sebagai hadian untuk Mama.

Besok telah tiba …

Sekitar pukul 8, Adin, panggilan Fadillah Andini, berangkat bersama kakaknya ke Pasar Pagi Tabiang dengan berjalan kaki. Dalam perjalanan ia berusaha menghafalkan semua belanja yang diperlukan untuk hidangan hari ini. Sesampai di pasarAdin singgah di toko langganan Adin tuk memesan Minyak Tanah, selanjutnya beranjak ke dalam pasar untuk berburu hafalan bahan makanan tadi.

Singgah berbelanja di satu toko, balik dengan sebuah kantong belanjaan di tangan. Sehingga setelah semua bahan terbeli telah adalah beberapa kantong di tangan Adin. Saat singgah mengambil Minyak Tanah di toko langganannya, segera ia bilang, ‘Bu boleh minta kantong plastik yang lebih besar!”, segera si ibu memberikan selembar kantong plastik yang lebih besar, “Kalo begini kan lebih mudah bawa belanjaannya”, wow …. adin leboh kreatif dari kakaknya.

Selanjutnya pulang dan parkir di dapur.

Tak..tak… tuk … tuk … cesss … cesss tangan Chef Adin mengolah bahan makanan bersama kakaknya. Dan terhidanglah makanan lezat …. hmmm

Semangkok Ayam Goreng Balado Ijau plus Tahu Goreng, 2 Mangkok Ayam Goreng Balado Ijau plus Tahu Goreng, Semangkok Ayam Goreng bumbu Penyek, Semangkok Latua Paku, dan dua potong Telur Dadar Balado.

Masing personalnya sebagai berikut;

Eh… tuk nasi goreng tuk adalah masakan Hari ini, berpenampilan bule karena lupa ambil cabe merah. Balik ke masakan Chef Adin pada Hari Mama, berikut adalah dessertx

Jelly Mango

dan

Risoles isi Ubi Kentang Wortel

dan

Hmmm … alhamdulillah, sajian hari Mama Chef Adin selesai. Selamat Menikmati Ma 🙂

Dari chef kita, Fadillah Andini & Kakaknya & Abangnya

Like this on Facebook

Advertisements

Rasulullah said ‘My family is My Paradise’

My family is not a perfect family

But my my family is a perfect family for me

Ya keluargaku adalah bukan keluarga yang sempurna

Kami berlima memiliki karakter yang berbeda satu dengan yang lainnya

 

Secara keseluruhan kami memiliki sifat temperamental alias mudah marah

Yup…sesuai dengan teori Minang “Aia titiran jatuahnyo kapalimbahan”

Yang artinya sifat-sifat dari orang tua akan diwariskan kepada anak-anaknya

 

Ayahku seorang berkulit sawo matang dengan perawakan sedang ala orang timur

Mata sipit, hidung mancung, muka tirus dan berotot sedang .. (haha … ayah bilang itu hasil ia sibagai tukangnya  si itam ‘kereta api’)

Ia seorang yang sensitif, mudah marah, mudah sedih, bahkan kata mama mudah menangis (ya.. Itu kata mama), mudah iba pada orang lain, mudah panik, dan penyayang pada anak-anaknya (kalo ada rezeki, ia akan memilih membelanjakan untuk anak dan orang lain dibandingkan dirinya sendiri), sangat peduli pendidikan, sehingga tamatan STM ini mempersilahkan mama melanjutkan pendidikan SPG hingga menyelesaikan S1 PGSD-nya dan beliau & mama juga punya mimpi nanti bisa membangun sekolah di Payakumbuh (yang bagiku adalah impian tuk hidupku juga).

 

Ibuku, seorang pahlawan tanpa tanda jasa, di sekolah dan terutama sekali di rumah kami. Ia seorang yang penyayang (hhmm … itulah seorang ibu), ia juga mudah panik, sekarang sering tampak seperti perilaku anak didiknya, lebih memilih diam jika ia merasa kehendaknya tidak terpenuhi, mementingkan pendidikan anak-anak, kadang sering (haha … mana yang benar ya?! Kadang atau sering) tidak konsisten dengan yang pernah disampaikannya terkecuali tentang pendidikan, selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan kami untuk pendidikan sebisa mungkin (ya … seperti pns lain lah, kredit aj), walau ia suka bilang uang dari mana kalau kita ingin sesuatu yang manfaat kurang nyata baginya, namun kalau bilang tuk belajar, kuliah atau untuk tambah keterampilan, ia akan bilang ‘Ikut lah, uang atau keperluannya, ada lah’, dan benar, ia bank yang terduga-duga kejutannya.

 

Adik laki-lakiku, benar-benar palimbahan dari ayahku, seorang bocah laki-laki yang menurut teman-temanku punya penampilan yang boleh lah, karena postur badannya. Bocah laki-laki berkulit sawo matang dengan mata sipit ala Jepang plus rambut kriwil. Ia juga temperamental, mudah marah saat ada benturan (ya … sekarang dah mulai bisa terkontrol), perhatian (pada keluarga, absolutely yes), pencemas apalagi kalo salah satu member tidak jelas kemana alamatnya atau bersemayam di tempat lain lebih dari 2×24 jam, pandai menghargai orang lain, sayang dengan anak-anak, suka musik, n kalo dah di rumah kadang bisa sama dengan gadis pingitan (hehe …. )

 

Adik perempuanku, waktu kecil sangat mirip anak Cina, kuning langsat, mata sipit, hidung pesek, dan muka bulat, banyak yang bilang lebih mirip adik laki-lakiku. Sejak kecil ia sering berpergian bersamaku, karena mama lebih ingin tanpa pengasuh, dan sekarang ia menjadi lebih mirip denganku, bahkan sifat-sifat ‘imitating of me’. Namun ia tetap dengan dirinya yang suka merengek dan mencari perhatian layak anak bungsu pada umumnya, serta mudah marah (plus lempar melempar barang dan mengucap mantera sakti yang ia pelajari dari pergaulannya … huff). Karena masuk sekolah lebih cepat dari standar, ia sering menjadikan ini sebagai alasan untuk tingkahnya yang manja. Begitu juga ia tetap dirinya yang mudah minta maaf, suka makan, dan luar biasa sekarang ia lebih akur dengan mantan adik bungsuku, bercanda lebih lama, baru kemudian bertengkar di ujungnya, sekarang mulai saling berdiskusi saat main game, de el el.

 

Aku, aku titisan ayahku kata orang-orang di kampung karena wajahku yang begitu mirip dengan beliau plus kulit sawo matang. Kata mama sifatku kombinasi ayah dan mama, kalau marah ku bisa sengeri  ayah, namun punya peduli dengan orang lain seperti ayah juga, parahnya aku masih harus belajar untuk menggunakan kata ‘tidak’. Bagian dari mama, aku senang berorganisasi dan bermasyarakat seperti mama, n juga suka mengutak atik pekerjaan yang berbau kerumah-rumahan bahkan termasuk masalah pertukangan. Walau umum semenjak kecil aku lebih dikenal sebagai riak air yang tenang (suit..suuuitt…hidung ku kembang kembang kempissssssss, hehe …).

 

Yang membuat keluargaku yang bukan sempurna menjadi ‘my paradise’ adalah saat satu tekanan amarah ada di puncak gunung akan ada yang membawa angin segar dari lembah sehingga suhu panas itu segera sejuk, dan setiap person telah pernah melakukannya.

 

Maka sempurnalah my paradise … Alhamdulillah, Maha Besar Sang Pencipta yang Sempurna Penciptaannya 🙂

Yang menjadikan kami bersama untuk saling membangunkan untuk mendirikan shalat, bisa mendengarkan tilawah Qur’an di waktu shubuh dan petang, bergantian menhidupkan TV tuk mendengar ceramah agama di pagi hari dan saling menasehati untuk yang lebih baik, dan bisa duduk tuk nonton bersama, de el el.

MACAM RUMAH GADANG

Berdasarkan jumlah lanjar

  1. Lipek Pandan,

Rumah gadang ini berlanjar dua. Atapnya bergonjong dua.

  1. Balah Bubuang,

Rumah gadang ini berlanjar tiga. Atapnya bergonjong empat.

  1. Gajah Maharam,

Rumah gadang ini berlanjar empat. Atapnya bergonjong enam atau lebih.

Berdasarkan Sistem Keselarasan

  1. Rumah Gadang Sitinjau Lauik,

Rumah gadang Sitinjau Lauik adalah rumah gadang Koto Piliang. Pada kedua ujung rumah terdapat anjungan, yaitu ruangan kecil yang lantainya lebih tinggi dari lantai dasar. Karena mempunyai anjungan inilah, maka rumah gadang Koto Piliang disebut juga “Rumah Baanjuang”.

  1. Rumah Gadang,

Rumah gadang adalah rumah gadang dari aliran Bodi Caniago. Rumah gadang ini tidak memiliki anjungan atau surambi.

Berdasarkan wilayahnya

  1. Gajah Maharram,

Rumah gadang gajah maharram adalah rumah gadang dari Luhak Tanah Datar. Modelnya rumah baanjuang, karena wilayah ini menganut kelarasan Koto Piliang.

  1. Surambi Papek,

Rumah gadang di Luhak Agam. Rumah ini bentuknya seperti dipepat (papek). Tangganya terletak pada bagian depan sebelah kiri antara dapur dan rumah. Dapur terpisah oleh jalan untuk keluar masuk rumah melalui tangga. (Hmmm…yang ini mirip struktur rumah jepang dimana posisi ruang utama berada dekat dapur. Dan rasanya rumah Korea juga memakai struktur ini dengan bentuk rumah melingkar. Aku senang dengan tipe ini, jadi mamak bisa tau, apakah dapur rumah anak kemenakannya berasap atau tidak.)

  1. Rajo Babandiang,

Rumah Gadang di Luhak 50 Kota. Bentuknya sama dengan rumah gadang Luhak Tanah Datar, tetapi tidak memiliki anjungan. Tangganya terletak pada bagian belakang rumah antara dapur dan rumah.

Daftar Pustaka ; Budaya Alam Minangkabau, Minangkabau Ranah Nan Den Cinto, Bukittinggi: Usaha Ikhlas.

Like this on Facebook

Add this anywhere

Rumah Gadang

(Pic…download dr situs … makasih y)

Sesuai dengan falsafah “Alam Takambang jadi Guru” yang dianut oleh orang Minangkabau, maka bentuk Rumah Gadang juga disesuaikan dengan alam. Di dalamnya terkandung falsafah alam. Bentuknya seperti badan kapal, atapnya seperti tanduk kerbau. Kalau kita perhatikan bentuk rumah gadang itu, semuanya disesuaikan dengan alam. Atapnya yang lancip berfungsi membebaskan atap dari genangan air. Bentuk badan rumah yang mengembang ke atas membebaskan rumah dari ‘tampiyeh’. Kolong yang tinggi menjadikan udaranya sejuk. Rumah dibangun sejajar dengan arah mata angin.

TATA KRAMA RUMAH GADANG

Setiap perempuan yang sudah bersuami mendapatkan satu kamar. Perempuan yang termuda menempati kamar paling ujung. Ia akan pindah ke sebelah, kalau adiknya menikah pula. Perempuan tua dapat ruang di dekat dapur. Anak-anak gadis memperoleh kamar secara bersama pada bagian ujung yang lain. (Ini masih dilakukan dalam keluarga mama di Balai Betung, Payakumbuh Utara)

Anak laki-laki tidak memperoleh kamar di rumah Gadang, Anak laki-laki dan laki-laki duda tidur di surau milik kaumnya. Anak laki-laki tidu di rumah Gadang sejak umur 0-10 tahun. Umur 0-5 tahun ia tidur bersama ibunya. Umur 5-10 tahun ia akan tidur bersama neneknya dengan saudara sepupunya yang lain. (Yang ini, benar, Oom-oom ku tidur dekat dapur)

Untuk naik ke rumah gadang bagi tamu laki-laki mendehem atau batuk-batuk kecil, sedangkan bagi tamu perempuan berteriak memanggil nama tuan rumah. Sampai di tangga rumah Gadang di situ tersedia air untuk cuci kaki.

To be continue …

Daftar Pustaka ; Budaya Alam Minangkabau, Minangkabau Ranah Nan Den Cinto, Bukittinggi: Usaha Ikhlas.

Like this on Facebook

Add this anywhere

Id Adha in Balai Betung

Allahu Akbar…Allahu Akbar…..Allahu Akbar…

Suara takbir 10 Dzulhijjah telah berkumandang, menandakan hari itu telah datang. Hari untuk berbagi bersama saudara, berkorban hal terbaik yang ki miliki untuk kebaikan bersama yang ditandai dengan penyembelihan hewan kurban. Berbagi nikmat terbaik yang Allah titipkan untuk kita, sebagai rasa syukur kita atas nikmat tersebut dan memotong sifat buruk dalam diri kita. Hingga selanjutnya ukhuwah muslimin semakin bertambah kuat.

Perhatikanlah tingkah hewan kurban yang akan menjadi kendaraan di Sidratul Muntaha nanti, ada hewan yang tampak pasrah atau rela untuk disembelih, ada juga yang lari bahkan mengamuk dan melukai manusia. Bisa jadikah itu gambaran orang yang mengurbankannya? Wallahu Allam…

Just….cekidot

‘Shimano’ teman baru ‘Byon’

Perkenalkan ini adalah  Diamonte Shimano

Temano akan mandi pagi, setelah selesai kotor-kotoran dari Simpang Muaro Penjalinan-UNP-Muaro Penjalinan. Ih…kotor, karena kotor itu sehat…hahaha 🙂

dan ini Temano setelah mandi…

Taraaaaaaaa…!

Cliiiiing!!!

Setelah mandi dengan “Bebek” Pembersih Lantai…hihi

Makin serasi dengan segarnya suasana taman kecil disekitar rumahku….

Payakumbuh City

Payakumbuh adalah sebuah kota di timur laut Bukittinggi (West Sumatra), Indonesia. Kota ini memiliki luas sekitar 80.43 km² dan populasi sebanyak 99,300 orang. Secara harfiah arti nama kota ini adalah “grassy swamp (rawa-rawa yang ditutupi rumput)”.

Payakumbuh is a city north-east of Bukittinggi (West Sumatra), Indonesia. It has an area of 80.43 km² and a population of over 99,300 people. Literally translated, the city name means “grassy swamp”.

Payakumbuh terkenal dengan pacu itik dan makanan seperti galamai, makanan ringan yang terbuat dari gula aren. Pilihan transportasi di kota ini adalah bendi, sebuah kereta kuda. Payakumbuh menghasilkan banyaj produk pertanian seperti padi, susu, ternak dan gula aren.

Payakumbuh is known for flying duck races and foods like gelamai, a sweet coconut palm sugared snack. Transport options within the city include bendi, a form of horse-cart. Payakumbuh produces a wide range of agriculture products including rice, milk, cattle and palm sugar.

http://en.wikipedia.org/wiki/Payakumbuh

Sejarah

Pemandangan jalan di Payakumbuh di akhir abad ke-19

Kota Payakumbuh terutama pusat kotanya dibangun oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda yang dimulai sejak keterlibatan mereka dalam perang Padri, dan kemudian kawasan ini berkembang menjadi depot atau kawasan gudang penyimpanan dari hasil tanam kopi dan terus berkembang menjadi salah satu daerah administrasi distrik pemerintahan kolonial Hindia-Belanda waktu itu.[2]

Menurut tambo setempat, dari salah satu kawasan di dalam kota ini terdapat suatu nagari tertua yaitu nagari Aie Tabik dan pada tahun 1840 Belanda membangun jembatan batu untuk menghubungkan kawasan tersebut dengan pusat kota sekarang.[3] Jembatan itu sekarang dikenal juga dengan nama Jembatan Ratapan Ibu.

Pemerintahan

Rumah assistent-resident Payakumbuh di sekitar tahun 1900

Kota Payakumbuh sebagai pemerintah daerah berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1956 tanggal 19 Maret 1956, yang menetapkan kota ini sebagai kota kecil.[4] Kemudian ditindaklanjuti oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 tahun 1970 tanggal 17 Desember 1970 menetapkan kota ini menjadi daerah otonom pemerintah daerah tingkat II Kotamadya Payakumbuh. Selanjutnya wilayah administrasi pemerintahan terdiri atas 3 wilayah kecamatan dengan 73 kelurahan yang berasal dari 7 jorong yang terdapat di 7 kanagarian yang ada waktu itu, dengan pembagian kecamatan Payakumbuh Barat dengan 31 Kelurahan, kecamatan Payakumbuh Timur dengan 14 kelurahan dan kecamatan Payakumbuh Utara dengan 28 kelurahan.

Pada tahun 2008, sesuai dengan perkembangannya maka dilakukan pemekaran wilayah kecamatan, sehingga kota Payakumbuh memiliki 5 wilayah kecamatan, dengan 8 kanagarian dan 76 wilayah kelurahan.

Adapun wilayah kecamatan yang baru tersebut adalah kecamatan Lamposi Tigo Nagari, yang terdiri dari 6 kelurahan dalam kanagarian Lampasi dan Kecamatan Payakumbuh Selatan, yang terdiri dari 9 kelurahan dalam 2 kanagarian yaitu Limbukan dan Aur Kuning. Sedangkan kecamatan Payakumbuh Barat terdiri dari 22 kelurahan dalam kanagarian Koto Nan IV. Kecamatan Payakumbuh Timur terdiri dari 14 kelurahan dalam 3 kanagarian, yaitu Aie Tabik, Payobasuang dan Tiakar. Kecamatan Payakumbuh Utara terdiri dari 25 kelurahan dalam kanagarian Koto Nan Godang.[5]

Geografi

Kota Payakumbuh berada pada hamparan kaki gunung Sago, dilalui oleh 3 buah sungai yang bernama Batang Agam, Batang Lampasi dan Batang Sinama. Wilayah administratif kota ini dikelilingi oleh Kabupaten Lima Puluh Kota. Kota ini berada dalam jarak sekitar 30 km dari Kota Bukittinggi atau 120 km dari Kota Padang dan 188 km dari Kota Pekanbaru.

Keadaan topografi daerah kota ini terdiri dari perbukitan dengan rata-rata ketinggian 514 meter diatas permukaan laut, dan suhu rata-rata berkisar antara 26 °C serta kelembahan udara antara 45 hingga 50 %. Curah hujan per tahun sekitar 1507 mm dengan jumlah hari hujan adalah 85 hari.

Untuk penggunaan lahan di Kota Payakumbuh, sekitar 62.1 % adalah tanah kering, dengan 47.0 % merupakan usaha pertanian, 28.0% tanah bangunan dan halaman serta sisanya berupa hutan negara, dan semak belukar. Sementara penggunaan lahan untuk persawahan adalah sebesar 37.9 %.

Kependudukan

Kota ini didominasi oleh etnis Minangkabau, namun terdapat juga etnis Tionghoa, Jawa dan Batak, dengan jumlah angkatan kerja 50.492 orang dan sekitar 3.483 orang diantaranya merupakan pengangguran[1]. Di tahun 1943 etnis Tionghoa di kota ini pernah mencapai 2.000 jiwa dari 10.000 jiwa total populasi masa itu.[6]

[sunting] Pendidikan

Pendidikan formal SD atau MI negeri dan swasta SMP atau MTs negeri dan swasta SMA negeri dan swasta MA negeri dan swasta SMK negeri dan swasta Perguruan tinggi
Jumlah satuan 75 20 11 5 12 2
Data sekolah di kota Payakumbuh
Sumber:[7]

Kesehatan

Untuk meningkatkan taraf kesehatan, pemerintah kota Payakumbuh telah membangun sebuah rumah sakit yang bernama Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Adnaan WD dan juga mendirikan 6 buah puskesmas dan 23 puskesmas pembantu.[8]

Selain itu di kota ini juga terdapat sebuah rumah sakit swasta yang bernama Rumah Sakit Yarsi.

Perhubungan

Stasiun kereta api Payakumbuh di sekitar tahun 1900

Kota ini termasuk kota penghubung antara kota Padang dengan kota Pekanbaru, dari kota ini dapat juga terhubung ke jalur lintas tengah Sumatera tanpa mesti melewati kota Bukittinggi. Terminal Koto Nan Ampek merupakan terminal angkutan darat yang terdapat di kota ini.

Saat ini tengah dibangun jalan lingkar luar bagian utara (10,45 km) dan selatan (15,34 km) dikenal dengan Payakumbuh Bypass untuk memudahkan akses transportasi tanpa harus melalui pusat kota dan untuk mendorong pertumbuhan ekonominya. Pembangunan jalan ini berasal dari dan pinjaman pemerintah pusat kepada Bank Pembangunan Asia (ADB).[9]

Perekonomian

Kota Payakumbuh sebagai kota persinggahan, menjadikan sektor jasa dan perdagangan menjadi sektor andalan. Namun sektor lain seperti pertanian, peternakan dan perikanan masih menjanjikan bagi masyarakat kota ini[10] karena didukung oleh keadaan tanahnya juga terbilang subur.

Untuk menjadikan kota ini sebagai sentra perdagangan selain dengan meningkatkan pasar-pasar tradisional yang ada selama ini, pemerintah setempat bersama masyarakatnya mencoba membangun sistem pergudangan untuk mendukung aktivitas perdagangan yang modern. Saat ini kota Payakumbuh telah memiliki sebuah pasar modern yang terletak di jantung kotanya.

Sementara industri-industri yang ada di kota ini baru berskala kecil, namun telah mampu berproduksi untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri, diantaranya sulaman bordir dan songkok/peci.[11]

Pelayanan umum

Pelayanan air minum di Kota Payakumbuh yang dilayani oleh PDAM Payakumbuh yang berasal dari 3 buah sumber air yakni Mata Air Batang Tabit berkapasitas terpasang 80 liter/detik, Mata Air Sikamuruncing 10 liter/detik dan Mata Air Sungai Dareh berkapasitas 60 liter/detik. Kota Payakumbuh mempunyai tiga buah instalasi pengolahan air bersih dengan kapasitas sumber yang diproduksi sebanyak 166,779 m³/bulan dengan kebocoran sekitar 30,60%.[12]

Sementara dalam penanganan sampah, pemerintah kota memanfaatkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang berada di Kelurahan Kubu Gadang, dan timbulan sampah tersebut baru dapat dikelola sebanyak 187,7 m³/hari, sehingga banyaknya sampah yang belum terlayani adalah sekitar 389,57 m³/hari.

Pariwisata

Masjid di Payakumbuh di tahun 1920-an

Salah satu sudut kota Payakumbuh

Salah satu bukit di Payakumbuh

Kota Payakumbuh dikenal memiliki makanan khas diantaranya botiah dan galamai, selain itu terdapat juga makanan khas lainnya seperti boreh rondang, kipang, rondang boluk, rondang tolua dan martabak tolua. Pada nagari Tiakar dikenal makanan khasnya bernama paniaram yaitu kue dari beras ketan di campur gula enau.

Beberapa kawasan wisata di kota ini antara lain Ngalau Indah, Ngalau Sompik, Puncak Simarajo, Panorama Ampangan dan sebagainya. Selain itu pertunjukan Pacu Itik merupakan tradisi yang setiap tahunnya diselenggarakan pada nagari-nagari yang ada dalam kota ini juga menjadi salah satu atraksi pariwisata di kota ini.

Olahraga dan Budaya

Masyarakat kota ini memiliki klub sepak bola yang dikenal dengan nama Persepak Payakumbuh yang bermarkas pada Stadion Kapten Tantawi.

Olahraga pacu kuda juga merupakan pertunjukan yang paling diminati oleh masyarakat kota ini, dan biasa setiap tahunnya diselenggarakan pada gelanggang pacuan kuda yang bernama Kubu Gadang yang sekarang menjadi bahagian dari komplek GOR M.Yamin.

Kota Payakumbuh memiliki beberapa pertunjukan tradisional, diantaranya tarian-tarian daerah yang bercampur dengan gerakan silat serta diiringi dengan nyanyian, dan biasa ditampilkan pada waktu acara adat atau pergelaran seni yang disebut dengan randai.[13] Salah satu kelompok randai yang terkenal diantaranya dari daerah Padang Alai, yang bernama Randai Cindua Mato.

Masyarakat kota Payakumbuh juga terkenal dengan alat musik jenis Talempong, yaitu sama dengan alat musik gamelan di pulau jawa, yang biasa ditampilkan dalam upacara adat, majlis perkawinan dan lain sebagainya. Selain itu alat musik lain yang masih dijumpai di kota ini adalah Saluang, yaitu sejenis alat musik tiup atau sama dengan seruling.

[sunting] Rujukan

  1. ^ a b sumbar.bps.go.id Luas Daerah dan Jumlah penduduk Kota Payakumbuh
  2. ^ Abdullah, Taufik, (2009), Schools and Politics: The Kaum Muda Movement in West Sumatra (1927-1933), Equinox Publishing, ISBN 978-602-8397-50-6.
  3. ^ Reimar Schefold, P. Nas, Gaudenz Domenig, (2004), Indonesian Houses: Tradition and transformation in vernacular architecture, Vol. 1, Illustrated, ISBN 978-9971-69-292-6.
  4. ^ http://www.legalitas.org Undang-undang Nomor 8 tahun 1956 (diakses pada 27 Juni 2010)
  5. ^ http://www.payakumbuhkota.go.id Profil {diakses pada 27 Juni 2010)
  6. ^ Yoon-wah Wong, (1988), Essays on Chinese literature: a comparative approach, NUS Press, ISBN 978-9971-69-109-7.
  7. ^ nisn.jardiknas.org Rekap Data
  8. ^ http://www.depkes.go.id Profil Kesehatan Kota Payakumbuh (diakses pada 3 Juli 2010)
  9. ^ payakumbuhkota.go.id Infrastruktur
  10. ^ http://www.cps-sss.org kota Payakumbuh (diakses pada 27 Juni 2010)
  11. ^ payakumbuhkota.go.id Perdagangan (diakses pada 3 Juli 2010)
  12. ^ ciptakarya.pu.go.id Profil Kota Payakumbuh (diakses pada 3 Juli 2010)
  13. ^ Phillips, Nigel, (1981), Sijobang: sung narrative poetry of West Sumatra, Cambridge University Press, ISBN 978-0-521-23737-6.

http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Payakumbuh

Harato Pikumbuah

Perekonomian
Tantangan pembangunan pertanian yang harus menjadi perhatian kita saat ini antara lain stagnasi pertumbuhan produktifitas. Penurunan kapasitas lahan akibat terjadinya alih fungsi lahan dari pertanian ke non pertanian seperti perumahan dan infra struktur lainnya. Kondisi ini untuk Kota Payakumbuh dirasakan sekali, hal ini sesuai dengan pertumbuhan pembangunan yang cukup pesat dari berbagai sektor. Tantangan lain yang dihadapi adalah adanya penurunan insentif usaha tani dan persaingan perdagangan bebas serta perubahan lingkungan strategis lainnya yang secara langsung maupun tidak langsung akan sangat berpengaruh terhadap pembangunan pertanian. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan reorientasi kebijakan dan program pembangunan dengan menerapkan konsep pembangunan sistem dan usaha agribisnis. Diharapkan dengan menerapkan konsep di atas akan diperoleh nilai tambah ( value added ) dari produk yang dihasilkan serta terjaminnya pasokan bahan baku komoditi pertanian bagi konsumen.

Melalui Dana Tugas Pembantuan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kota Payakumbuh TA 2006, maka dibangunlah gedung baru STA Kota Payakumbuh yang berlokasi di Kelurahan Talawi Kecamatan Payakumbuh Utara. Gedung baru STA ini baru efektif dioperasionalkan mulai bulan November 2007 ini dimana semua kegiatan-kegiatan STA seperti pencucian, sanitasi, pengemasan, pengiriman dan sebagainya sudah dipusatkan di gedung STA in

Disamping STA Kota Payakumbuh, di tingkat kecamatan Kota Payakumbuh juga mempunyai wadah untuk menyuplai komoditi-komoditi pertanian ke STA Kota Payakumbuh berupa Kios Penampungan Sementara. Di Kecamatan Payakumbuh Barat Kios Penampungan Sementara ada di Kelompok Tani Tanjung Jaya Kelurahan Limo Kampung. Kecamatan Payakumbuh Timur Sekretariat Kelompok Tani Baliak Mayang Kelurahan Padang Alai dan Kecamatan Payakumbuh Utara berada di Kelompok Tani Tunas Baru Kelurahan Koto Panjang Lampasi. Kios Penampungan Sementara di kecamatan ini juga sudah dilengkapi dengan Papan Informasi Harga Komoditi Pertanian.

Struktur perekonomian Kota Payakumbuh didominasi kegiatan sektor tersier, antara lain meliputi perdagangan, angkutan, dan komunikasi, serta pelayanan jasa-jasa. Pemerintah Kota Payakumbuh dibawah kepemimpinan H. Josrizal Zain melakukan terobosan baru dengan membangun suatu pusat perbelanjaan modern ditengah-tengah Kota Payakumbuh yang dinamakan Plaza Payakumbuh. Hal ini akan membawa perubahan terhadap persaingan perdagangan yang akan memicu pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Pelayanan jasa-jasa, terutama jasa pemerintahan, memberikan kontribusi terbesar. Selain menjadi ibu kota bagi Kota Payakumbuh, Payakumbuh masih menjadi ibu kota kabupaten yang mengelilinginya, Kabupaten 50 Kota. Meski Kabupaten 50 Kota telah memiliki pemerintahan sendiri, pusat peedagangan masih berada di wilayah Kota Payakumbuh. Ini menyebabkan sektor pelayanan jasa pemerintahan di Kota Payakumbuh memiliki porsi besar dalam total kegiatan perekonomian daerah. Ia akan menjadi pusat perdagangan kedua daerah.

Kegiatan perdagangan di Payakumbuh, apalagi ingin menjadi sentra yang dicita-citakan, masih bergantung pada hasil-hasil pertanian daerah sekitarnya, terutama Kabupaten 50 Kota. Komoditas yang masuk ke Payakumbuh kemudian diperdagangkan ke Padang, Pekanbaru, Batam, bahkan ke luar negeri antara lain tembakau, gambir, hasil ternak, beras, gula aren, dan hasil bumi lainnya.

Perdagangan
Dari Payakumbuh, komoditas perdagangan yang potensial berasal dari industri-industri rumahan yang banyak membuat sulaman, bordiran, tenun tradisional, dan makanan khas daerah dari beras seperti batiah, beras rendang, dan gelamai (semacam dodol). Sentra industri ini berada di Kecamatan Payakumbuh Barat dan Payakumbuh Utara. Industri-industri yang ada di sini berskala kecil, namun mampu berproduksi untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri. Terdapat sekitar 10-15 eksportir yang memasarkan sulaman bordir dan songkok kepala ke Malaysia melalui Pelabuhan Teluk Bayur. Bahan baku yang digunakan pengusaha- pengusaha garmen ini berasal dari Bukittinggi dan Padang. Peluang ekspor komoditas andalan baru terbuka bagi pengusaha garmen. Sementara pengusaha makanan khas daerah baru mampu memasarkan produknya secara lokal (kawasan Sumatera Barat). Untuk menjangkau pasar luar negeri, pengusaha makanan masih terbentur pada masalah kemasan yang menentukan daya tarik dan daya tahan makanan.

Untuk menjadi sentra perdagangan, sarana pendukung di Kota Payakumbuh menjadi penting ditingkatkan. Kota ini melengkapi diri dengan empat unit pasar dan pusat pertokoan yang menampung kegiatan pedagang. Namun, jangan dulu berharap di sini dapat ditemukan gudang-gudang tempat penyimpanan barang dagangan agar tahan lama. Baru dalam tahap wacana di tingkat pemerintahan keinginan membangun sistem pergudangan yang mendukung aktivitas perdagangan yang modern.

PERDAGANGAN

Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang diterbitkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan/Naker Kota Payakumbuh tahun 2007 sebanyak 117 buah. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 24,65%, dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 142 buah.

Dari Total TDP yang diterbitkan 53,67% dalam bentuk perusahaan PO, 35,03% dan bentuk CV, sisanya terbagi kedalam bentuk PT, Kop, Firma dan Bul. TDP yang mengalami penurunan harga perusahaan yang berbentuk PT yaitu dari 7 buah tahun 2006 menjadi 4 tahun 2007.

Jumlah Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang diterbitkan sebagian besar diberikan kepada Pengusaha Kecil (PK) 89,42%, Pengusaha Menengah (PM) dan Pengusaha Besar (PB) 10,58%.

Perkembangan industri di Kota Payakumbuh meningkat 3,34% dari 1.187 usaha tahun 2005 menjadi 1.228 usaha tahun 2007. Jika dilihat lebih rinci, unit usaha formal yang mengalami peningkatan yaitu sebesar 4.03 persen dan unit usaha non formal naik 2,63 persen.

Demikian juga dengan penyerapan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor industri naik sebesar 4.41 persen dari 6.126 orang tahun 2006 menjadi 6.396 oarang tahun 2007. Sama hal dengan perkembangan tenaga kerjanya yaitu sebesar 5.29% dari 4.199 orang tahun 206 menjadi 4.421 tahun 2007. Unit usaha nonformal juga naik sebesar 2.49 persen dari 1.927 tahun 2006 menjadi 1.975 tahun 2007.

Jumlah Usaha (JU) dan Tenaga Kerja (JT), Usaha Industri hasil Pertanian Kimia dan Kehutanan di Kota Payakumbuh

 

  • 1. Industri pengolahan dan pengawetan daging, JU (2), JT (5)
  • 2. Industri pelumatan buah-buahan dan sayuran, JU (1), JT (2)
  • 3. Industri pengeringan buah-buahan dan sayuran, JU (1), JT ( 3)
  • 4. Industri minyak dan kelapa, JU (1), JT (2)
  • 5. Industri susu, JU (1), JT (3)
  • 6. Industri berbagai macam tepung dari padi-apdian, biji-bijian, JU (7), JT (22)
  • 7. Industri ransum pakan ternak/ikan< JU (17), JT (65)
  • 8. Industri konsetrat pakan ternak, (21), JT (53)
  • 9. Industri roti dan sejenisnya, JU (103) , JT (462)
  • 10. Industri makaroni, mie, spagheti, bihun, soun dan sejenisnya , JU (9), JT (47)
  • 11. Industri pengolahan teh dan kopi (kopi), JU (17), JT (72)
  • 12. Industri es (macam-macam es), JU (14), JT (29)
  • 13. Industri Tempe, JU (5), JT (36)
  • 14. Industri makanan dari kedele dan kacang-kacang lainnya, JU (16), JT (73)
  • 15. Industri kerupuk dan sejenisnya, JU (239), JT (1,057)
  • 16. Industri bumbu masak dan penyedap makanan , JU (2), JT (18)
  • 17. Industri kue basah, JU (34), JT (174)
  • 18. Industri makanan yang belum termasuk kelompok manapun, JU( 35 ) , JT(299)
  • 19. Industri makanan ringan (soft drink) < JU (6), JT (44)
  • 20. Industri penhgeringan dan pengolahan temabakau, JU (7), JT (14)
  • 21. Industri Penggergajian kayu, JU (1), JT (21>
  • 22. Industri moulding dan komponen bahan bangunan, JU (31), JT (181)
  • 23. Industri peti kemas dari kayu kecuali peti mrti, JU (), JT (5 22)
  • 24. Industri anyam-anyaman dari rotan dan bambu , JU (10), JT (58)
  • 25. Industri kerajinan ukir-ukiran dari kayu kecuali furniture, JU (3), JT (20)
  • 26. Industri alat-alat dapur dari kayu, rotan, dan bambu, (1), JT (5)
  • 27. Industri barang dari kayu, rotan, gabus, JU (6), JT (38)
  • 28. Industri percetakan, JU (8), JT (24)
  • 29. Industri sabun dan bahan pembersih keperluan rumahtangga , (2), JT (5)
  • 30. Industri barang-barang dari tanah liat untuk keperluan RT, JU (1), JT (1)
  • 31. Industri batu bata dari tanah liat, JU (83), JT (349)
  • 32. Industri kapur , JU (1), JT (3)
  • 33. Industri barang-barang dari semen, JU (21), JT (94)
  • 34. Industri barang dari batu untuk keperluan RT dan pajangan, JU (2), JT (3)
  • 35. Industri furniture dan kayu, JU (102), JT (422)Jumlah/Total, JU (815), JT (3,726),Jumlah Usaha ( JU )dan Tenaga kerja ( JT ) Bidang Industri Logam Elektronik dan Aneka di Kota Payakumbuh
  • 1. Industri Pemintalan Benang, JU(1), JT(10)
  • 2. Industri pertenunan, JU(13), JT(93)
  • 3. Industri barang tekstil jadi kecuali untuk pakaian jadi, JU(19), JT(70)
  • 4. Industri Bordir/Sulaman, JU(29), JT(165)
  • 5. Industri kain rajut, JU(8), JT(24)
  • 6. Industri pakaian jadi dari tekstil, JU(84), JT(966)
  • 7. Industri pakaian jadi lainnya dari tekstil, JU(21), JT(123)
  • 8. Industri barang dari kulit dan kulit buatan untuk keperluan pribadi, JU(30), JT(196)
  • 9. Industri alas kaki untuk keperluan sehari-hari, JU(8), JT(43)
  • 10. Industri barang-barang logam bukan aluminium, JU(23), JT(85)
  • 11. Industri barang-barang logam aluminium siap pasang , JU(1), JT(3)
  • 12. Industri alat pertanian dari logam, JU(2), JT(5)
  • 13. Industri alat pertukangan dari logam, JU(1), JT(2)
  • 14. Industri alat-alat dapur, JU(1), JT(3)
  • 15. Industri peralatan kantor dari logam tidak termasuk furnitur, JU(1), JT(2)
  • 16. Industri logam lainnya yang belum termasuk kelompok manapun , JU(1), JT(3)
  • 17. Industri mesin pertanian dan kehutanan, JU(7), JT(22)
  • 18. Industri karoseri kendaraan bermotor roda empat atau lebih, JU(17), JT(65)
  • 19. Industri barang perhiasan berharga logam mulia, JU(21), JT(53)
  • 20. Industri mainan, JU(103), JT( 462 )
  • 21. Industri kerajinan yang tidak termasuk golongan manapun, JU(9), JT(47)
  • 22. Industri pengolahan lainnya , JU(17), JT( 72)
  • 23. Industri pemeliharaan dan perbaikan elektronik,JU(10), JT(58)
  • 24. Industri jasa reparasi jam, JU(3), JT (20)
  • 25. Industri jasa reparasi kendaraan bermotor (mobil), JU(1), JT(5)
  • 26. Industri jasa bengkel/reparasi sepeda motor, JU(6), JT(38)
  • 27. Industri jasa reparasi kendaraan bukan bermotor (sepeda), JU(8), JT(24)
  • 28. Industri Jasa Rekaman kaset, JU(2), JT( 5 )
  • 29. Industri Jas perorangan lainnya, JU(1), JT(1)Jumlah/Total, JU (211), JT (887)
Ketenagakerjaan
PENDUDUK DAN TENAGA KERJA 1. Jumlah Penduduk dan Penyebaran Penduduk

Tahun 2007 penduduk Kota Payakumbuh berjumlah 104.969 jiwa yang terdiri dari 51.961 jiwa penduduk laki-laki dan 53.008 jiwa penduduk perempuan dengan sex ratio 98. Dibanding tahun lalu, terjadi peningkatan jumlah penduduk sebanyak 0.79%. Peningkatan jumlah penduduk berdampak langsung kepada peningkatan kepadatan yaitu dari 1.295 jiwa per kilometer bujursangkar tahun 2006, menjadi 1.305 per kilometer bujursangkar tahun 2007.

Kecamatan Payakumbuh Barat masih merupakan kecamatan terpadat penduduknyta dibanding kecamatan Payakumbuh Utara dan Kecamatan Payakumbuh Timur. Dilihat dari segi jumlah penduduk dan jumlah rumahtanga, Payakumbuh Barat memiliki jumlah penduduk dan jumlah rumahtangga yang terbanyak dibanding dua kecamatan lainnya.

2. Tenaga Kerja

Penduduk usia kerja dalam publikasi ini didefenisikan sebagai penduduk yang berumur 15 tahun ke atas, yang terbagi kedalam angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Tahun 2007 persentase angkatan kerja di Kota Payakumbuh berjumlah 63,97 persen dan bukan angkatan kerja 36,03 persen. 24,98 persen dari penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja bergerak di sektor jasa 37,76 persen di sektor perdagangan, 14,78 persen di sektor pertanian tanaman pangan dan 22,48 persen di sektor lain.

Jumlah Penduduk Usia 15 Tahun ke atas yang bekerja dirinci Menurut Jenis Kelamin dan Lapangan Usaha

 

 

  • 1. Pertanian, LK(4,383), PR(1,876), Jumlah(6,259)
  • 2. Industri, LK (2,504), PR(1,992), Jumlah(4,496)
  • 3. Perdagangan, Rumahmakan & Hotel, LK(8,504), PR(7,481), Jumlah(15,986)
  • 4. Jasa Kemasyarakatan, LK(5,666), PR(4,907), Jumlah(10,573)
  • 5. Lainnya, LK(4,802), PR(218), Jumlah( 5,020 )Jumlah/Total, LK(25,859), PR(16,474), Jumlah(42,333)Penduduk Usia 15 Tahun ke atas Menurut Jenis Kelamin dan Jenis Kegiatan yang dilakukan
  • 1. Angkatan Kerja, LK (27,747), PR (2,298), Jumlah (46,178)
  • 2. Bekerja, LK (25,859), PR (16,474), Jumlah (42,333
  • 3. Mencari Pekerjaan , LK (1,888), PR (1,957), Jumlah (3,845)
  • 4. Bukan Angkatan Kerja, LK (7,879), PR (19,596), Jumlah (26,009)
  • 5. Sekolah, LK (3,305), PR (4,505), Jumlah (7,810 )
  • 6. Lainnya, LK (3,108), PR (15,091), Jumlah (18,199)Jumlah/Total, LK (34,160), PR (38,027), Jumlah (72,187)
Produk dan Komoditi
Tantangan pembangunan pertanian yang harus menjadi perhatian kita saat ini antara lain stagnasi pertumbuhan produktifitas. Penurunan kapasitas lahan akibat terjadinya alih fungsi lahan dari pertanian ke non pertanian seperti perumahan dan infra struktur lainnya. Kondisi ini untuk Kota Payakumbuh dirasakan sekali, hal ini sesuai dengan pertumbuhan pembangunan yang cukup pesat dari berbagai sektor. Tantangan lain yang dihadapi adalah adanya penurunan insentif usahatani dan persaingan perdagangan bebas serta perubahan lingkungan strategis lainnya yang secara langsung maupun tidak langsung akan sangat berpengaruh terhadap pembangunan pertanian. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan reorientasi kebijakan dan program pembangunan dengan menerapkan konsep pembangunan sistem dan usaha agribisnis. Diharapkan dengan menerapkan konsep di atas akan diperoleh nilai tambah ( value added ) dari produk yang dihasilkan serta terjaminnya pasokan bahan baku komoditi pertanian bagi konsumen.

Bertitik tolak dari hal di atas Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kota Payakumbuh melalui kegiatan Pemantapan Kawasan Sentra Agribisnis Pertanian TA 2006 telah menetapkan komoditi unggulan / spesifik lokasinya untuk masing-masing kecamatan di Kota Payakumbuh.

TUJUAN & SASARAN

Tujuan Pemantapan Kawasan Sentra Agribisnis Pertanian di Kota Payakumbuh adalah : 1. Menetapkan komoditas unggulan masing2 kecamatan yang punya prospek pasar. 2. Menciptakan daya saing produk yang kompesitif dan komperatif. 3. Memudahkan memperkenalkan produk unggulan keluar daerah. 4. Jaminan dalam pemasaran kerjasama / kemitraan dengan pihak lain. 5. Meningkatkan nilai tambah produk pertanian. 6. Memudahkan dalam pembinaan serta menerapkan konsep agropolitan. 7. Bahan bagi pemda menetapkan / merevisi RUTRK. 8. Terciptanya sinergitas program dengan instansi terkait “stake holders”.

Sasaran Pemantapan Kawasan Sentra Agribisnis Pertanian di Kota Payakumbuh (sesuai dengan SK Walikota Payakumbuh Nomor: 521.05/1212/WK-PYK/05 tanggal 30 Desember 2005) adalah :

Kec. Payakumbuh Barat

untuk padi, palawija ( jagung, ubi kayu, ubi jalar & kacang tanah ), tanaman rempah & obat, serta sayur-sayuran & buah-buahan.

Kec. Payakumbuh Timur

untuk padi, tanaman perkebunan ( kakao & kelapa dalam )

 

untuk padi dan tanaman hortikultura ( sayur-sayuran & buah-buahan )

RINCIAN KOMODITI UNGGULAN & PENDUKUNG PER KECAMATAN TAHUN 2005 -2010

1. PAYAKUMBUH BARAT

Komoditi unggulan Padi : 29 Kelurahan Palawija – Jagung : S. Betung, Kapalo Koto, Ampangan – Ubi Kayu/Ubi Jalar : Talang, Pdg Karambil, S. Betung, Limbukan – Kacang Tanah : Talang, Koto Tuo

Tan Rempah & Obat-obatan : Talang, Bl Pnjng, Koto Tuo

Sayur²an & Buah2an : Aur Kuning & Limbukan

Komoditi Pendukung

Pisang : S. Betung, Talang, Limbukan, Kapalo Koto Murbay : Aur Kuning Sayur²an : Sawah Padang Cabe rawit : Limbukan Kelapa dalam : 29 Kelurahan Pert Organik : Sawah Padang, Limbukan, Aur Kuning

2. PAYAKUMBUH TIMUR

Komoditi Unggulan Padi : 13 Kelurahan Kakao : Kt Panjang, Padang Alai, Bl Nan Tuo, Bl Batimah Kelapa dalam : 13 Kelurahan

Komoditi Pendukung

Pisang : Kt Panjang, Pdg Alai, Pdg Tangah, Bl Nan Tuo, Bl Batimah Jagung : Pdg Tangah, Pdg Alai, Kt Panjang, Bl Batimah Cabe : Kt Baru, Bl Jaring, Pdg Alai Mentimun : Kt Baru, Payobasung, Bl Jaring Buncis : Koto Baru Kc Panjang : Koto Baru Ubi Kayu : Padang Tangah

3. PAYAKUMBUH UTARA

Komoditi Unggulan

Padi : 27 Kelurahan

Timun : Kt Panjang, Nan Kodok, Tj Anau Buncis : Kt Panjang, Nan Kodok, Tj Anau Cabe : Kt Panjang, Nan Kodok, Tj Anau Bayam : Payonibung, Tambago, Talawi Kangkung : Payonibung, Tambago, Talawi Terung : Payonibung, Tambago,Talawi

Buah-Buahan

Pepaya : Talawi Jeruk Nipis : Talawi Sirsak & Alpukat : 10 Kelurahan

Komoditi Pendukung

Jagung : Talawi, Pdg kaduduk, Parambahan Ubi Kayu : Talawi, Pdg kaduduk, Parambahan Kakao : Kt Panjang, Parambahan Kelapa dalam : 27 Kelurahan Pert Organik : Kt Panjang, Parambahan, Payonibung, Payolinyam, Sei Durian

Dalam kegiatan pertanian, komoditas yang turut menggerakkan perdagangan berasal dari kelompok tanaman bahan pangan. Produktivitas padi cukup tinggi di wilayah perkotaan ini. Dari lahan 6.845 hektar, produksi padi 33.835 ton. Selain dikonsumsi sebagai bahan makanan pokok, beras dimanfaatkan untuk membuat makanan khas daerah. Jenis tanaman lain yang cukup berlimpah adalah ubi kayu, pisang, rambutan, mentimun, dan kangkung.

Di sektor peternakan, Payakumbuh termasuk produsen ternak cukup besar di Sumatera Barat. Produksi daging sapi, kerbau, kuda, kambing, ayam, dan itik tahun 2002 lalu 2,3 juta ton. Sementara produksi telur dari ayam ras, ayam kampung, dan itik 1,9 juta ton.

Dalam kegiatan pertanian, komoditas yang turut menggerakkan perdagangan berasal dari kelompok tanaman bahan pangan. Produktivitas padi cukup tinggi di wilayah perkotaan ini. Dari lahan 6.845 hektar, produksi padi 33.835 ton. Selain dikonsumsi sebagai bahan makanan pokok, beras dimanfaatkan untuk membuat makanan khas daerah. Jenis tanaman lain yang cukup berlimpah adalah ubi kayu, pisang, rambutan, mentimun, dan kangkung.

Di sektor peternakan, Payakumbuh termasuk produsen ternak cukup besar di Sumatera Barat. Produksi daging sapi, kerbau, kuda, kambing, ayam, dan itik tahun 2002 lalu 2,3 juta ton. Sementara produksi telur dari ayam ras, ayam kampung, dan itik 1,9 juta ton.

Infrastruktur
Infrastruktur jalan juga mulai ditingkatkan kondisinya. Saat ini tengah dibangun jalan lingkar luar bagian utara (10,45 km) dan selatan (15,34 km) yang menghubungkan Kota Pekanbaru dan Bukittinggi, disebut dengan Payakumbuh Bypass. Pembangunan jalan senilai Rp 31 miliar yang berasal dari pinjaman pemerintah pusat ke Bank Pembangunan Asia (ADB) ini diharapkan mampu menunjang perekonomian kota. Termasuk mengalihkan kepadatan lalu lintas di jalan nasional yang melalui pusat kota ke bagian utara dan selatan. Bila pembangunan jalan tadi selesai, Payakumbuh optimistis mampu menangkap peluang wisata dari kebiasaan orang Riau (Pekanbaru) yang suka berakhir pekan ke wilayah Sumatera Barat, seperti Bukittinggi dan Padang. Kondisi Bukittinggi yang mulai kewalahan menampung tumpahan wisatawan domestik dari Pekanbaru membuka peluang bagi Payakumbuh mengembangkan perhotelan. Payakumbuh diuntungkan karena wilayahnya dilalui rute Pekanbaru-Bukittinggi. Sementara jarak Payakumbuh- Bukittinggi 30 kilometer bisa ditempuh setengah jam berkendaraan. Karena memiliki letak yang strategis ini, Payakumbuh optimistis mengembangkan kegiatan perdagangan, perhotelan, dan restoran.

http://payakumbuhkota.go.id/?lang=ina&action=profil&tipe=potensi

Like this on Facebook

Add this anywhere