Membuat Hari Paling Bahagia

‘Jika ini adalah hari terakhirku …

Maka hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupku..

Sebentar lagi akan bertemu dengannya..

Kembali pada Yang Maha Awal ^_^’

….

Saat kita memiliki yang dicintai dan mencintai,

lalu membuat janji untuk bertemu…

hari demi hari yang terlewati akan membuat kita semakin bahagia

karena akan semakin dekat saat untuk bertemu dengannya …

Menjelang hari itu datang kita berusaha mempersiapkan diri

agar tampil baik saat bertemu dengannya nanti,

Mempercantik riasan wajah,

Menjaga makanan sehingga tubuh sehat dan bagus,

Memilih pakaian yang terbaik,

Memilih sepatu atau sendal terbaik,

Berlatih berbicara sebaik dan senyaman mungkin untuk didengarnya,

Mengumpulkan berbagai informasi tentang hal-hal yang disukainya,

dan mempersiapkan berbagai kejutan untuk menyenangkannya,

Hingga besok adalah hari bertemu dengannya …

hati ini semakin dag dig gug …

semua persiapan telah dipersiapkan jauh-jauh hari terasa masih banyak yang kurang …

grogi …

bahagia …

waaah … semuanya ber-mix dalam hati dan pikiran

Namun satu yang paling mudah tersirat diwajah adalah senyum …

baik ada yang menggoda atau tidak …

ada saja hal yang membuat tersenyum bahagia …

karena besok akan bertemu dengannya

….

Ya Allah …

Buat lah hati seperti itu setiap hari ..

Merasakan seolah-olah esok adalah saat bertemu dengan-Mu

Hingga aku bisa selalu tersenyum bahagia

Memberikan senyum bahagia yang membahagiakan orang yang melihatnya

Hingga menjadi sedekah untukku dan mereka

Aamiin …

Advertisements

That Sky

“Cho-chan, do you arrive?”

“Hmm…just a moment ago”

“What is it look?”

“Hold on”

(Send a pic …)

“Subhanallah, look this one”

(receive a pic)

“It’s you …”

“Haha…arigatou”

“Cho-chan, they was blaa…blaa…bla….”

Then he start to marathon with his mouth about his day a week ago, look like that just happen yesterday.

***

Memulai dengan langit, ini suatu yang menyenangkan, tau kenapa? Karena ternyata langit memang berbeda di setiap tempat namun selau sama. langit itu akan selalu berbeda diwaktu dan tempat yang berbeda saat engkau melihatnya. Sering ia tampak gagah dengan warna kebangsaannya ‘biru’, namun ia juga sering berwarna kelabu saat musim hujan, atau yang setiap hari berwarna orange yang semangat di pagi hari dan berwana merah temaram di sore hari dengan bentuk yang selalu berbeda dan selalu berbeda.

Langit itu tetap sama, sama luasnya saat kau menatapnya di alam terbuka, sama lega nuansa yang dirasakan, sama indahnya (terkecuali saat awan gembul melayang rendah), dan sama inspiratifnya bagi yang sedang mencari ide.

Seperti kata-kata berikut

Panakiak pisau sirawik, batungkek batang lintabuang, salodang ambiak kanyiru.

Satitiak jadikan lawik, sakapa jadikan gunuang, alam takambang jadikan guru.

Ya, langit akan mengajari kita banyak hal saat kita ingin menemukan sesuatu saat melihatnya bahkan saat hanya sekedar melihatnya. Langit akan mengajarkan kita tentang kelapangan, keceriaan, kebesaran, kewibawaan, kreatif, berani dan dinamis.

Langit itu luas, lebih luas dari loteng rumah kita, lebih luas dari bumi kita. Langit luas itu kadang tampak biru cerah, kadang tampak mendung kelabu nan muram, kadang tampak oranye pagi nan ceria, kadang tampak mesem merah di kala senja. Jika itu hati kita kita bisa bilang kalo langit biru ia sedang ceria, atau kalau itu pikiran kita berarti sedang segar untuk memunculkan ide-ide cemerlang, dan memang benar kita sering mengibaratkan hati dan pikiran kita seperti dengan kata2 langit (mengkambing hitamkan langit), contoh paling sering adalah langit mendung berarti hati kita juga lagi mendung. Satu pelajaran dari semua itu adalah bahwa semua itu terjadi di berbeda tempat di langit, saat ia tampak biru, mungkin itu ada di belahan bumi utara pada siang hari, lalu mendung ada pada belahan bumi selatan karena lagi musim hujan, sedangkan dibelahan bumi timur ia tampak orange karena mentari pagi baru muncul atau dibelahan bumi barat ia tampak merah temaran karena sang mentari baru meninggalkan belahan bumi ini dalam rotasinya. Semua dalam satu langit. Dan pelajarannya untuk hati dan pikiran kita, saat banyak rasa dalam hati, ada rasa senang, rasa lega, rasa galau, rasa sedih, rasa bangga, rasa semangat, simpati, hati dan pikiran itu juga luar biasa indahnya, seperti langit yang punya banyak warna dan itu juga tanda luasnya hati dan pikiran kita. Begitulah hati dan pikiran kita, punya banyak rasa (hmm … ini kayak kalimat iklan ya 🙂 ).

Bagaimana dengan pelajaran lainnya, keceriaan, kebesaran, kewibawaan, kreatif, berani dan dinamis? Keceriaan itu dapat kita temukan setiap pagi saat mahatari terbit, kebesaran itu kita temukan pada besarnya langit dibandingkan kita, kewibawaan kita temukan pada tingginya langit di atas kita, kreatifitas dan dinamis kita temukan pada warna dan bentuk langit yang selalu berubah, yang juga menunjukkan keberanian tampil apa adanya.

Ya, itulah ciptaan Allah Yang Maha Sempurna Ciptaannya yang memberi pelajaran untuk yang ingin memperoleh pembelajaran.

If you miss that, you just walk outside and look up to the sky. 🙂

Copy paste from ‘Qi’

Like this on Facebook

Add this anywhere

It’s Raining Party

Brumm…
Ku berhasil maengkol sepeda motor Honda Kuda Hitam adikku mendaki Bukit Andalas demi menuntut ilmu atas uang kuliah yang dibayarnya setiap semester. Lalu ku berjalan ke luar dan berhenti di depan pintu yang telah terbuka. Ku sebar visionku mulai dari penurunan depan rumahku, taman kecil depan rumahku, toko yang berada di samping rumah, parkiran ojek diseberang jalan yang sepi, hingga kolam nila disamping kanan rumah. Semua berpesta, wooooooooooow….horee!

IT’S RAINING!! Raining Party coy! Raise U’r hand Up…Up!

Suara air yang meluncur dari atas penurunan menantam tanah menggantikan tabuh drum, lenggak lenggok air menyenggol setiap kerikil kecil melewati parit kecil di seputar taman menuju kolam menghasilkan suara maracas, dan ribuan tetes air yang menetes di setiap tempat mengalahkan musik DJ terhebat di dunia ini (e ew..leboy nih). Percaya gak percaya, semua tanaman itu menari dengan cerianya seiiring alunan musik alam ini sambil menikmati tetesan berkah dari awan yang menangis.
(dan akhirnya ku sadari, ujung bibir saling tarik menarik seperti dua kutub yang sama saling bertemu, subhanallah!! Indah dan terasa nyaman)

Ini nuansa indah, pesta tanaman di kala hujan. Dan juga nuansa sendu yang mengingatkanku pada sebuah memori lama, seorang sosok yang kusenangi. (Mau..mau tau tunggu setelah tutup kurung berikut ini)….
Pembaca hei pembaca….his name, Kenshi Himura, seorang samurai dengan bekas luka sayatan di wajahnya. (??!!)

Letter From Ane-Qi (1)

Salamu’alaikum sahabatku,

Hasil bolak balik dari 2 buku ‘Bedah Masalah Kontemporer I Aam Amiruddin’ dan ‘Belajar dari 2 Umar Hepi Andi Bastoni’.

Profil Ilmu yang Bermanfaat

Sebuah ilmu yang bermanfaat, lebih dari sekedar ilmu agama bahkan bisa menjadi jariah setelah kita meninggal, adalah ilmu apa saja yang bermanfaat untuk kehidupan manusia.

Allah patrikan ini dalam Mukjizat pada Rasulullah, Al Qur’an, salah satunya dalam surat Al Fathir 27-28. 2, dalam surat ini tergambar banyak bidang pengetahuan;botani, volkanologi, geologi, ethnologi, zoologi dan sosiologi. Diakhir ayat, ‘Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hambanya hanyalah ulama (orang yang berilmu)’, moga bisa diartikan siapapun yang memiliki ilmu mendalam tentang fenomena alam dan sosial juga kandungan kitab suci, asal memiliki rasa khasyyah (rasa kagum dan takut pada Allah), dia layak dimasukkan ke dalam kelompok ulama.

Maka pernah kita mendengar, ilmuwan/peneliti yang menjadi mualaf dalam usahanya memperdalam pengetahuannya pada bidang ilmu pengetahuan tertentu. Contohnya Dr. Jeffrey Lang, profesor matematika di University of San Fransisco. Ia mengungkapkan ‘bagi mereka yang telah memeluk Islam, saksi terbesar Allah yg tak henti-hentinya, mengejar, mempertahankan, dan membimbing cinta adalah Alquran’. Ia juga mengatakan ‘Saya berada dalam situasi kekalahan yg parah, karena telah menjadi jelas bahwa Penulis Quran tahu saya lebih baik daripada aku tahu diriku sendiri.” Seolah-olah Penulis Quran sedang membaca pikirannya. Setiap malam ia akan membuat beberapa pertanyaan dan sangkalan, tapi selalu menemukan jawabannya dalam pembacaan berikutnya ketika ia melanjutkan bacaan dalam urutannya. “Al-Quran selalu jauh di depan saya berpikir; itu adalah menghapus hambatan aku yg telah dibangun bertahun-tahun yg lalu dan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya.” Jeffrey berjuang keras membuat sangkalan-sangkalan dan pertanyaan-pertanyaan, tapi jelas bahwa ia kalah dalam pertempuran. “Akulah yg sedang dibawa kepada suatu pojok dimana hanya terdapat satu pilihan.”

Selain itu….begitu banyak cendikiawan muslim pada zaman dahulu dengan pemahaman ilmu yang luar biasa dan ilmu tersebut masih dijadikan patokan hingga sekarang. Seperti yang kita kenal salah satunya Avisena (Ibnu Sina), salah satu pakar dalam bidang kedokteran.

Tradisi mereka dalam menuntut ilmu lah yang membawa mereka menjadi seperti itu. Dalam tulisan Hepi Andi Bastoni dituliskan bahwa pada ilmuwan itu sangat menghargai ilmu bahwa ‘ilmu itu didatangi bukan mendatangi’, mereka membiasakan untuk tidur awal dan bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan shalat malam dilanjutkan dengan membaca dan menulis. dan yang terbaik dari semua itu mereka melandasi tradisi menuntut imu itu dengan keimanan pada Yang Menganungrahkan Ilmu…

Yuk mari kita menjadi sosok pembelajar seperti mereka…moga dapat melanjutkan sejarah luar biasa mereka dalam membangun diri dan umat. Be intelligent person.

Met belajar sahabat…
🙂