Nikmat yang mana lagi yang akan kau dustai?

33 kali dalam surat Ar Rahman Allah SWT bertanya nikmatnya yang mana lagi yang akan kita dustai?

Allah sedang mendidik kita, dengan pertanyaan itu kita diajak tuk mengingat, memikirkan, merenungkan nikmat yang Ia berikan pada kita. Mengingat semuanya, dari kita lahir hingga usia kita saat ini.
Menuntun kita tuk menyadari kekayaan yang ada pada setiap diri kita dan kemudian mensyukurinya.

Tentu jika kita banding dengan orang lain, barangkali mereka lebih baik dari kita, namun ada juga yang malah kita lebih baik dari mereka.
Ya, kita kaya dengan kekayaan kita masing-masing. Apa kekayaan itu, jawaban setiap pribadi itu yang tahu.
Coba kita lihat kekayaan terbesar di diri kita yakni tubuh kita. Tidak ada satu pabrik yang bisa memproduksi satu bagianpun dari tubuh kita.
Saat bagian itu rusak, betapa malangnya kita. Ya, walau sekarang sudah ada donor organ, bagi sebagian orang itu hal yang sulit, walau ada yang rela memberikan begitu saja, tentu ada juga yang menukarnya dengan mata uang yang jumlahnya terhitung mahal.
Dan ingat Allah SWT telah memberikan dengan cuma-cuma
, dan yang terpenting ORIGINAL alias Asli.
Plus seperangkat software biogenetik yang disebut otak. Sebuah organ yang tidak bisa diganti bahkan dengan donorvotak sekali pun.
Dari sana akal bekerja. Mempelajari hal yang sederhana hingga hal yang rumit, dari tidak mengerti hingga begitu memahami. Luar biasa!

Coba pikir, apa maksud nikmat yang gratis ini?
Ya, itu fasilitas VIP untuk kita bergerak maju dalam menjalani waktu yanf terus habis hingga mengantarkan kita pada saat kembali.
Dengan fasilitas VIP itu kita bisa berusaha, berusaha hingga maksimal.
Kita bisa memikirkan hal yang terbaik untuk kita lakukan dan kemudian melakukannya, dan berhasil dengan izin-Nya.
Hebat!
Saat kita lapar, banyak hal yang ingin kita makan, hebat kita bisa membuatnya sendiri, cari resepnya, beli bahannya, lalu dimasak sesuai petunjuk dan hmm….bismillah, enak.

Semua itu bisa kita lakukan dengan VIP yang gratis itu. Otak memikirkan dan anggota tubuh melakukan.

Sebenarnya kawan, aku lagi pengen makan. Haaha…

Sebenarnya kawan, ku ingin menyampaikan bahwa menurutku Allah dari Al Quran mendidik kita dengan pertanyaan itu untuk menyadari apa yang kita punya, lalu memanfaatkannya melakukan banyak hal yang bermanfaat dan kita yakini yang bisa disebut sebagai rasa syukur kita atas nikmat itu. Dan bisa jadi ini disinilah nilai ibadah yang kita peroleh karena berusaha.
Saat engkau gagal, ingat lah nikmat yang kita dapati dari kegagalan itu dan ingat nikmat yang masih kita miliki, lalu bersyukurlah karena ternyata masih ada yang kita miliki untuk kembali berusaha.
Dan nikmat syukur itu, hingga sesungguhnya kita sedang menjadi pribadi yang terus maju.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s