17 Sweet Moment

Setiap mimpi dimulai dengan langkah awal, hingga nanti mimpi itu menjadi kenyataan yang akan membuat kita tersenyum bahagia.

Setiap hari akan banyak mimpi yang bisa kita impikan. Setiap hari juga ada banyak mimpi yang terlupakan. Setiap hari ada banyak mimpi yang menjadi kenyataan. Setiap hari ada banyak mimpi yang bertransformasi menjadi mimpi baru dan menjadi lebih indah.

Dan dari sini, salah satu tempat yang mengajakku merangkai impian-impianku, my sweet dream.

Hari-hari pertama berangkat ke sekolah dengan seragam putih merah, sungguh bangga rasanya, seperti mencapai prestasi yang luar biasa…wah!

Aku sudah kelas 1 SD, punya tas baru dengan buku-buku yang disampul rapi dengan kertas kacang, sepatu baru, baju putih bersih, rok merah yang menyala seperti semangatku, topi dan dasiku.

Di kelas ini …

Buk Zar mulai mengenalkan huruf dan angka itu satu per satu, menjadi kata, menjadi kalimat dan menjadi cerita.

Berlanjut ke kelas 2 …

Pintu masuknya yang sebelah kanan, kalo yang sebelah kiri adalah WC dan ruang Mushalla. Di kelas itu Bu Yu mengajar dengan kasih sayang.

Di kelas 3 …

Ada pengalaman masak bubur kacang padi yang enak bersama Bu As di dalam kelas. Di kelas ini ini juga menjadi pengalaman pertama bolos belajar, karena kami  kelas 3 ada 2 kelas sedangkan ruang belajar hanya ada satu, jadi kami belajar shift, seminggu kelas 3A belajar pagi dan kelas 3B belajar siang, dan sebaliknya, hari itu aku lupa kalo dapat shift pagi, maka datang ke sekolah siang hari… jelas semua orang pada pulang dan aku pun pulang. Hehehe….!

Kelas 4 …

Ini permulaan persahabatan yang mengesankan, seorang teman sekelas yang lebih tua dariku melihat catatanku, entah kenapa aku merasa sangat terganggu, hingga akhirnya merobek buku catatanku sendiri hingga habis. Sampai dirumah tangisku menggugu di kamar dan nasehat ayah dan mama mengantarkan ku dalam persahabatan yang luar biasa.

Kelas 5 …

Ini awal sejarah indah bersama Ibu yang cantik Bu Linda. Seorang guru muda yang kompeten dan bersama beliau aku bisa merasakan menjadi juara kelas… hehe.

Kelas 6 ….

Adalah masa yang spesial karena kami (2 kelas) belajar dalam satu shift yang sama, dengan kelas berdampingan. Kelas 6 juga merupakan masa kompetisi, kami saling berusaha menjadi yang terbaik, salah satu saat ujian lisan dengan 2 orang maju berpasangan untuk menjawab pertanyaan guru. Di kelas ini, aku merasakan menjadi tutor untuk adik-adik di kelas 2, saat ini juga aku tahu kulit tebal ( walau tak setebal badak) hingga Bu Perawat harus menekan lebih kuat saat menyuntikku.

Saat kelas siang, alias saat les menghadapi ujian nasional, kami shalat di ruang kelas, tepatnya di atas meja dan teman yang tidak shalat atau telah selesai salat akan menjadi penguji iman teman-teman yang sedang shalat di atas meja, ada yang memanggil-manggil nama, bertingkah lucu dan bercanda. Dan di kelas ini, cinta monyet lagi menjamur, pernah ada teman cewek yang sekelas denganku yang langsung bertanya ke teman cowokku karena teman yang lain mengatakan kalau teman cowok itu suka padanya, hehe … coba bayangkan apa reaksi teman cowokku itu, hehe …

Hmm …. indah dan menginspirasi, namun saat datang kembali April 2012 dan memotret ruang kelas itu, sedih rasanya pijakan awal dari mimpi-mimpi indah itu terlihat seperti itu.

Namun, ada sebuah mimpi yang bangunan itu berikan padaku, untuk membuat lebih kuat mengejar mimpi. Dan bagaimana denganmu teman, singgahlah ke tempat awal mimpimu bermula dengan seragam Putih Merah itu… aku percaya ada pesan dan semangat yang diberikan padamu ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s