That Sky

“Cho-chan, do you arrive?”

“Hmm…just a moment ago”

“What is it look?”

“Hold on”

(Send a pic …)

“Subhanallah, look this one”

(receive a pic)

“It’s you …”

“Haha…arigatou”

“Cho-chan, they was blaa…blaa…bla….”

Then he start to marathon with his mouth about his day a week ago, look like that just happen yesterday.

***

Memulai dengan langit, ini suatu yang menyenangkan, tau kenapa? Karena ternyata langit memang berbeda di setiap tempat namun selau sama. langit itu akan selalu berbeda diwaktu dan tempat yang berbeda saat engkau melihatnya. Sering ia tampak gagah dengan warna kebangsaannya ‘biru’, namun ia juga sering berwarna kelabu saat musim hujan, atau yang setiap hari berwarna orange yang semangat di pagi hari dan berwana merah temaram di sore hari dengan bentuk yang selalu berbeda dan selalu berbeda.

Langit itu tetap sama, sama luasnya saat kau menatapnya di alam terbuka, sama lega nuansa yang dirasakan, sama indahnya (terkecuali saat awan gembul melayang rendah), dan sama inspiratifnya bagi yang sedang mencari ide.

Seperti kata-kata berikut

Panakiak pisau sirawik, batungkek batang lintabuang, salodang ambiak kanyiru.

Satitiak jadikan lawik, sakapa jadikan gunuang, alam takambang jadikan guru.

Ya, langit akan mengajari kita banyak hal saat kita ingin menemukan sesuatu saat melihatnya bahkan saat hanya sekedar melihatnya. Langit akan mengajarkan kita tentang kelapangan, keceriaan, kebesaran, kewibawaan, kreatif, berani dan dinamis.

Langit itu luas, lebih luas dari loteng rumah kita, lebih luas dari bumi kita. Langit luas itu kadang tampak biru cerah, kadang tampak mendung kelabu nan muram, kadang tampak oranye pagi nan ceria, kadang tampak mesem merah di kala senja. Jika itu hati kita kita bisa bilang kalo langit biru ia sedang ceria, atau kalau itu pikiran kita berarti sedang segar untuk memunculkan ide-ide cemerlang, dan memang benar kita sering mengibaratkan hati dan pikiran kita seperti dengan kata2 langit (mengkambing hitamkan langit), contoh paling sering adalah langit mendung berarti hati kita juga lagi mendung. Satu pelajaran dari semua itu adalah bahwa semua itu terjadi di berbeda tempat di langit, saat ia tampak biru, mungkin itu ada di belahan bumi utara pada siang hari, lalu mendung ada pada belahan bumi selatan karena lagi musim hujan, sedangkan dibelahan bumi timur ia tampak orange karena mentari pagi baru muncul atau dibelahan bumi barat ia tampak merah temaran karena sang mentari baru meninggalkan belahan bumi ini dalam rotasinya. Semua dalam satu langit. Dan pelajarannya untuk hati dan pikiran kita, saat banyak rasa dalam hati, ada rasa senang, rasa lega, rasa galau, rasa sedih, rasa bangga, rasa semangat, simpati, hati dan pikiran itu juga luar biasa indahnya, seperti langit yang punya banyak warna dan itu juga tanda luasnya hati dan pikiran kita. Begitulah hati dan pikiran kita, punya banyak rasa (hmm … ini kayak kalimat iklan ya🙂 ).

Bagaimana dengan pelajaran lainnya, keceriaan, kebesaran, kewibawaan, kreatif, berani dan dinamis? Keceriaan itu dapat kita temukan setiap pagi saat mahatari terbit, kebesaran itu kita temukan pada besarnya langit dibandingkan kita, kewibawaan kita temukan pada tingginya langit di atas kita, kreatifitas dan dinamis kita temukan pada warna dan bentuk langit yang selalu berubah, yang juga menunjukkan keberanian tampil apa adanya.

Ya, itulah ciptaan Allah Yang Maha Sempurna Ciptaannya yang memberi pelajaran untuk yang ingin memperoleh pembelajaran.

If you miss that, you just walk outside and look up to the sky.🙂

Copy paste from ‘Qi’

Like this on Facebook

Add this anywhere

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s