Harato Pikumbuah

Perekonomian
Tantangan pembangunan pertanian yang harus menjadi perhatian kita saat ini antara lain stagnasi pertumbuhan produktifitas. Penurunan kapasitas lahan akibat terjadinya alih fungsi lahan dari pertanian ke non pertanian seperti perumahan dan infra struktur lainnya. Kondisi ini untuk Kota Payakumbuh dirasakan sekali, hal ini sesuai dengan pertumbuhan pembangunan yang cukup pesat dari berbagai sektor. Tantangan lain yang dihadapi adalah adanya penurunan insentif usaha tani dan persaingan perdagangan bebas serta perubahan lingkungan strategis lainnya yang secara langsung maupun tidak langsung akan sangat berpengaruh terhadap pembangunan pertanian. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan reorientasi kebijakan dan program pembangunan dengan menerapkan konsep pembangunan sistem dan usaha agribisnis. Diharapkan dengan menerapkan konsep di atas akan diperoleh nilai tambah ( value added ) dari produk yang dihasilkan serta terjaminnya pasokan bahan baku komoditi pertanian bagi konsumen.

Melalui Dana Tugas Pembantuan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kota Payakumbuh TA 2006, maka dibangunlah gedung baru STA Kota Payakumbuh yang berlokasi di Kelurahan Talawi Kecamatan Payakumbuh Utara. Gedung baru STA ini baru efektif dioperasionalkan mulai bulan November 2007 ini dimana semua kegiatan-kegiatan STA seperti pencucian, sanitasi, pengemasan, pengiriman dan sebagainya sudah dipusatkan di gedung STA in

Disamping STA Kota Payakumbuh, di tingkat kecamatan Kota Payakumbuh juga mempunyai wadah untuk menyuplai komoditi-komoditi pertanian ke STA Kota Payakumbuh berupa Kios Penampungan Sementara. Di Kecamatan Payakumbuh Barat Kios Penampungan Sementara ada di Kelompok Tani Tanjung Jaya Kelurahan Limo Kampung. Kecamatan Payakumbuh Timur Sekretariat Kelompok Tani Baliak Mayang Kelurahan Padang Alai dan Kecamatan Payakumbuh Utara berada di Kelompok Tani Tunas Baru Kelurahan Koto Panjang Lampasi. Kios Penampungan Sementara di kecamatan ini juga sudah dilengkapi dengan Papan Informasi Harga Komoditi Pertanian.

Struktur perekonomian Kota Payakumbuh didominasi kegiatan sektor tersier, antara lain meliputi perdagangan, angkutan, dan komunikasi, serta pelayanan jasa-jasa. Pemerintah Kota Payakumbuh dibawah kepemimpinan H. Josrizal Zain melakukan terobosan baru dengan membangun suatu pusat perbelanjaan modern ditengah-tengah Kota Payakumbuh yang dinamakan Plaza Payakumbuh. Hal ini akan membawa perubahan terhadap persaingan perdagangan yang akan memicu pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Pelayanan jasa-jasa, terutama jasa pemerintahan, memberikan kontribusi terbesar. Selain menjadi ibu kota bagi Kota Payakumbuh, Payakumbuh masih menjadi ibu kota kabupaten yang mengelilinginya, Kabupaten 50 Kota. Meski Kabupaten 50 Kota telah memiliki pemerintahan sendiri, pusat peedagangan masih berada di wilayah Kota Payakumbuh. Ini menyebabkan sektor pelayanan jasa pemerintahan di Kota Payakumbuh memiliki porsi besar dalam total kegiatan perekonomian daerah. Ia akan menjadi pusat perdagangan kedua daerah.

Kegiatan perdagangan di Payakumbuh, apalagi ingin menjadi sentra yang dicita-citakan, masih bergantung pada hasil-hasil pertanian daerah sekitarnya, terutama Kabupaten 50 Kota. Komoditas yang masuk ke Payakumbuh kemudian diperdagangkan ke Padang, Pekanbaru, Batam, bahkan ke luar negeri antara lain tembakau, gambir, hasil ternak, beras, gula aren, dan hasil bumi lainnya.

Perdagangan
Dari Payakumbuh, komoditas perdagangan yang potensial berasal dari industri-industri rumahan yang banyak membuat sulaman, bordiran, tenun tradisional, dan makanan khas daerah dari beras seperti batiah, beras rendang, dan gelamai (semacam dodol). Sentra industri ini berada di Kecamatan Payakumbuh Barat dan Payakumbuh Utara. Industri-industri yang ada di sini berskala kecil, namun mampu berproduksi untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri. Terdapat sekitar 10-15 eksportir yang memasarkan sulaman bordir dan songkok kepala ke Malaysia melalui Pelabuhan Teluk Bayur. Bahan baku yang digunakan pengusaha- pengusaha garmen ini berasal dari Bukittinggi dan Padang. Peluang ekspor komoditas andalan baru terbuka bagi pengusaha garmen. Sementara pengusaha makanan khas daerah baru mampu memasarkan produknya secara lokal (kawasan Sumatera Barat). Untuk menjangkau pasar luar negeri, pengusaha makanan masih terbentur pada masalah kemasan yang menentukan daya tarik dan daya tahan makanan.

Untuk menjadi sentra perdagangan, sarana pendukung di Kota Payakumbuh menjadi penting ditingkatkan. Kota ini melengkapi diri dengan empat unit pasar dan pusat pertokoan yang menampung kegiatan pedagang. Namun, jangan dulu berharap di sini dapat ditemukan gudang-gudang tempat penyimpanan barang dagangan agar tahan lama. Baru dalam tahap wacana di tingkat pemerintahan keinginan membangun sistem pergudangan yang mendukung aktivitas perdagangan yang modern.

PERDAGANGAN

Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang diterbitkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan/Naker Kota Payakumbuh tahun 2007 sebanyak 117 buah. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 24,65%, dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 142 buah.

Dari Total TDP yang diterbitkan 53,67% dalam bentuk perusahaan PO, 35,03% dan bentuk CV, sisanya terbagi kedalam bentuk PT, Kop, Firma dan Bul. TDP yang mengalami penurunan harga perusahaan yang berbentuk PT yaitu dari 7 buah tahun 2006 menjadi 4 tahun 2007.

Jumlah Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang diterbitkan sebagian besar diberikan kepada Pengusaha Kecil (PK) 89,42%, Pengusaha Menengah (PM) dan Pengusaha Besar (PB) 10,58%.

Perkembangan industri di Kota Payakumbuh meningkat 3,34% dari 1.187 usaha tahun 2005 menjadi 1.228 usaha tahun 2007. Jika dilihat lebih rinci, unit usaha formal yang mengalami peningkatan yaitu sebesar 4.03 persen dan unit usaha non formal naik 2,63 persen.

Demikian juga dengan penyerapan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor industri naik sebesar 4.41 persen dari 6.126 orang tahun 2006 menjadi 6.396 oarang tahun 2007. Sama hal dengan perkembangan tenaga kerjanya yaitu sebesar 5.29% dari 4.199 orang tahun 206 menjadi 4.421 tahun 2007. Unit usaha nonformal juga naik sebesar 2.49 persen dari 1.927 tahun 2006 menjadi 1.975 tahun 2007.

Jumlah Usaha (JU) dan Tenaga Kerja (JT), Usaha Industri hasil Pertanian Kimia dan Kehutanan di Kota Payakumbuh

 

  • 1. Industri pengolahan dan pengawetan daging, JU (2), JT (5)
  • 2. Industri pelumatan buah-buahan dan sayuran, JU (1), JT (2)
  • 3. Industri pengeringan buah-buahan dan sayuran, JU (1), JT ( 3)
  • 4. Industri minyak dan kelapa, JU (1), JT (2)
  • 5. Industri susu, JU (1), JT (3)
  • 6. Industri berbagai macam tepung dari padi-apdian, biji-bijian, JU (7), JT (22)
  • 7. Industri ransum pakan ternak/ikan< JU (17), JT (65)
  • 8. Industri konsetrat pakan ternak, (21), JT (53)
  • 9. Industri roti dan sejenisnya, JU (103) , JT (462)
  • 10. Industri makaroni, mie, spagheti, bihun, soun dan sejenisnya , JU (9), JT (47)
  • 11. Industri pengolahan teh dan kopi (kopi), JU (17), JT (72)
  • 12. Industri es (macam-macam es), JU (14), JT (29)
  • 13. Industri Tempe, JU (5), JT (36)
  • 14. Industri makanan dari kedele dan kacang-kacang lainnya, JU (16), JT (73)
  • 15. Industri kerupuk dan sejenisnya, JU (239), JT (1,057)
  • 16. Industri bumbu masak dan penyedap makanan , JU (2), JT (18)
  • 17. Industri kue basah, JU (34), JT (174)
  • 18. Industri makanan yang belum termasuk kelompok manapun, JU( 35 ) , JT(299)
  • 19. Industri makanan ringan (soft drink) < JU (6), JT (44)
  • 20. Industri penhgeringan dan pengolahan temabakau, JU (7), JT (14)
  • 21. Industri Penggergajian kayu, JU (1), JT (21>
  • 22. Industri moulding dan komponen bahan bangunan, JU (31), JT (181)
  • 23. Industri peti kemas dari kayu kecuali peti mrti, JU (), JT (5 22)
  • 24. Industri anyam-anyaman dari rotan dan bambu , JU (10), JT (58)
  • 25. Industri kerajinan ukir-ukiran dari kayu kecuali furniture, JU (3), JT (20)
  • 26. Industri alat-alat dapur dari kayu, rotan, dan bambu, (1), JT (5)
  • 27. Industri barang dari kayu, rotan, gabus, JU (6), JT (38)
  • 28. Industri percetakan, JU (8), JT (24)
  • 29. Industri sabun dan bahan pembersih keperluan rumahtangga , (2), JT (5)
  • 30. Industri barang-barang dari tanah liat untuk keperluan RT, JU (1), JT (1)
  • 31. Industri batu bata dari tanah liat, JU (83), JT (349)
  • 32. Industri kapur , JU (1), JT (3)
  • 33. Industri barang-barang dari semen, JU (21), JT (94)
  • 34. Industri barang dari batu untuk keperluan RT dan pajangan, JU (2), JT (3)
  • 35. Industri furniture dan kayu, JU (102), JT (422)Jumlah/Total, JU (815), JT (3,726),Jumlah Usaha ( JU )dan Tenaga kerja ( JT ) Bidang Industri Logam Elektronik dan Aneka di Kota Payakumbuh
  • 1. Industri Pemintalan Benang, JU(1), JT(10)
  • 2. Industri pertenunan, JU(13), JT(93)
  • 3. Industri barang tekstil jadi kecuali untuk pakaian jadi, JU(19), JT(70)
  • 4. Industri Bordir/Sulaman, JU(29), JT(165)
  • 5. Industri kain rajut, JU(8), JT(24)
  • 6. Industri pakaian jadi dari tekstil, JU(84), JT(966)
  • 7. Industri pakaian jadi lainnya dari tekstil, JU(21), JT(123)
  • 8. Industri barang dari kulit dan kulit buatan untuk keperluan pribadi, JU(30), JT(196)
  • 9. Industri alas kaki untuk keperluan sehari-hari, JU(8), JT(43)
  • 10. Industri barang-barang logam bukan aluminium, JU(23), JT(85)
  • 11. Industri barang-barang logam aluminium siap pasang , JU(1), JT(3)
  • 12. Industri alat pertanian dari logam, JU(2), JT(5)
  • 13. Industri alat pertukangan dari logam, JU(1), JT(2)
  • 14. Industri alat-alat dapur, JU(1), JT(3)
  • 15. Industri peralatan kantor dari logam tidak termasuk furnitur, JU(1), JT(2)
  • 16. Industri logam lainnya yang belum termasuk kelompok manapun , JU(1), JT(3)
  • 17. Industri mesin pertanian dan kehutanan, JU(7), JT(22)
  • 18. Industri karoseri kendaraan bermotor roda empat atau lebih, JU(17), JT(65)
  • 19. Industri barang perhiasan berharga logam mulia, JU(21), JT(53)
  • 20. Industri mainan, JU(103), JT( 462 )
  • 21. Industri kerajinan yang tidak termasuk golongan manapun, JU(9), JT(47)
  • 22. Industri pengolahan lainnya , JU(17), JT( 72)
  • 23. Industri pemeliharaan dan perbaikan elektronik,JU(10), JT(58)
  • 24. Industri jasa reparasi jam, JU(3), JT (20)
  • 25. Industri jasa reparasi kendaraan bermotor (mobil), JU(1), JT(5)
  • 26. Industri jasa bengkel/reparasi sepeda motor, JU(6), JT(38)
  • 27. Industri jasa reparasi kendaraan bukan bermotor (sepeda), JU(8), JT(24)
  • 28. Industri Jasa Rekaman kaset, JU(2), JT( 5 )
  • 29. Industri Jas perorangan lainnya, JU(1), JT(1)Jumlah/Total, JU (211), JT (887)
Ketenagakerjaan
PENDUDUK DAN TENAGA KERJA 1. Jumlah Penduduk dan Penyebaran Penduduk

Tahun 2007 penduduk Kota Payakumbuh berjumlah 104.969 jiwa yang terdiri dari 51.961 jiwa penduduk laki-laki dan 53.008 jiwa penduduk perempuan dengan sex ratio 98. Dibanding tahun lalu, terjadi peningkatan jumlah penduduk sebanyak 0.79%. Peningkatan jumlah penduduk berdampak langsung kepada peningkatan kepadatan yaitu dari 1.295 jiwa per kilometer bujursangkar tahun 2006, menjadi 1.305 per kilometer bujursangkar tahun 2007.

Kecamatan Payakumbuh Barat masih merupakan kecamatan terpadat penduduknyta dibanding kecamatan Payakumbuh Utara dan Kecamatan Payakumbuh Timur. Dilihat dari segi jumlah penduduk dan jumlah rumahtanga, Payakumbuh Barat memiliki jumlah penduduk dan jumlah rumahtangga yang terbanyak dibanding dua kecamatan lainnya.

2. Tenaga Kerja

Penduduk usia kerja dalam publikasi ini didefenisikan sebagai penduduk yang berumur 15 tahun ke atas, yang terbagi kedalam angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Tahun 2007 persentase angkatan kerja di Kota Payakumbuh berjumlah 63,97 persen dan bukan angkatan kerja 36,03 persen. 24,98 persen dari penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja bergerak di sektor jasa 37,76 persen di sektor perdagangan, 14,78 persen di sektor pertanian tanaman pangan dan 22,48 persen di sektor lain.

Jumlah Penduduk Usia 15 Tahun ke atas yang bekerja dirinci Menurut Jenis Kelamin dan Lapangan Usaha

 

 

  • 1. Pertanian, LK(4,383), PR(1,876), Jumlah(6,259)
  • 2. Industri, LK (2,504), PR(1,992), Jumlah(4,496)
  • 3. Perdagangan, Rumahmakan & Hotel, LK(8,504), PR(7,481), Jumlah(15,986)
  • 4. Jasa Kemasyarakatan, LK(5,666), PR(4,907), Jumlah(10,573)
  • 5. Lainnya, LK(4,802), PR(218), Jumlah( 5,020 )Jumlah/Total, LK(25,859), PR(16,474), Jumlah(42,333)Penduduk Usia 15 Tahun ke atas Menurut Jenis Kelamin dan Jenis Kegiatan yang dilakukan
  • 1. Angkatan Kerja, LK (27,747), PR (2,298), Jumlah (46,178)
  • 2. Bekerja, LK (25,859), PR (16,474), Jumlah (42,333
  • 3. Mencari Pekerjaan , LK (1,888), PR (1,957), Jumlah (3,845)
  • 4. Bukan Angkatan Kerja, LK (7,879), PR (19,596), Jumlah (26,009)
  • 5. Sekolah, LK (3,305), PR (4,505), Jumlah (7,810 )
  • 6. Lainnya, LK (3,108), PR (15,091), Jumlah (18,199)Jumlah/Total, LK (34,160), PR (38,027), Jumlah (72,187)
Produk dan Komoditi
Tantangan pembangunan pertanian yang harus menjadi perhatian kita saat ini antara lain stagnasi pertumbuhan produktifitas. Penurunan kapasitas lahan akibat terjadinya alih fungsi lahan dari pertanian ke non pertanian seperti perumahan dan infra struktur lainnya. Kondisi ini untuk Kota Payakumbuh dirasakan sekali, hal ini sesuai dengan pertumbuhan pembangunan yang cukup pesat dari berbagai sektor. Tantangan lain yang dihadapi adalah adanya penurunan insentif usahatani dan persaingan perdagangan bebas serta perubahan lingkungan strategis lainnya yang secara langsung maupun tidak langsung akan sangat berpengaruh terhadap pembangunan pertanian. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan reorientasi kebijakan dan program pembangunan dengan menerapkan konsep pembangunan sistem dan usaha agribisnis. Diharapkan dengan menerapkan konsep di atas akan diperoleh nilai tambah ( value added ) dari produk yang dihasilkan serta terjaminnya pasokan bahan baku komoditi pertanian bagi konsumen.

Bertitik tolak dari hal di atas Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kota Payakumbuh melalui kegiatan Pemantapan Kawasan Sentra Agribisnis Pertanian TA 2006 telah menetapkan komoditi unggulan / spesifik lokasinya untuk masing-masing kecamatan di Kota Payakumbuh.

TUJUAN & SASARAN

Tujuan Pemantapan Kawasan Sentra Agribisnis Pertanian di Kota Payakumbuh adalah : 1. Menetapkan komoditas unggulan masing2 kecamatan yang punya prospek pasar. 2. Menciptakan daya saing produk yang kompesitif dan komperatif. 3. Memudahkan memperkenalkan produk unggulan keluar daerah. 4. Jaminan dalam pemasaran kerjasama / kemitraan dengan pihak lain. 5. Meningkatkan nilai tambah produk pertanian. 6. Memudahkan dalam pembinaan serta menerapkan konsep agropolitan. 7. Bahan bagi pemda menetapkan / merevisi RUTRK. 8. Terciptanya sinergitas program dengan instansi terkait “stake holders”.

Sasaran Pemantapan Kawasan Sentra Agribisnis Pertanian di Kota Payakumbuh (sesuai dengan SK Walikota Payakumbuh Nomor: 521.05/1212/WK-PYK/05 tanggal 30 Desember 2005) adalah :

Kec. Payakumbuh Barat

untuk padi, palawija ( jagung, ubi kayu, ubi jalar & kacang tanah ), tanaman rempah & obat, serta sayur-sayuran & buah-buahan.

Kec. Payakumbuh Timur

untuk padi, tanaman perkebunan ( kakao & kelapa dalam )

 

untuk padi dan tanaman hortikultura ( sayur-sayuran & buah-buahan )

RINCIAN KOMODITI UNGGULAN & PENDUKUNG PER KECAMATAN TAHUN 2005 -2010

1. PAYAKUMBUH BARAT

Komoditi unggulan Padi : 29 Kelurahan Palawija – Jagung : S. Betung, Kapalo Koto, Ampangan – Ubi Kayu/Ubi Jalar : Talang, Pdg Karambil, S. Betung, Limbukan – Kacang Tanah : Talang, Koto Tuo

Tan Rempah & Obat-obatan : Talang, Bl Pnjng, Koto Tuo

Sayur²an & Buah2an : Aur Kuning & Limbukan

Komoditi Pendukung

Pisang : S. Betung, Talang, Limbukan, Kapalo Koto Murbay : Aur Kuning Sayur²an : Sawah Padang Cabe rawit : Limbukan Kelapa dalam : 29 Kelurahan Pert Organik : Sawah Padang, Limbukan, Aur Kuning

2. PAYAKUMBUH TIMUR

Komoditi Unggulan Padi : 13 Kelurahan Kakao : Kt Panjang, Padang Alai, Bl Nan Tuo, Bl Batimah Kelapa dalam : 13 Kelurahan

Komoditi Pendukung

Pisang : Kt Panjang, Pdg Alai, Pdg Tangah, Bl Nan Tuo, Bl Batimah Jagung : Pdg Tangah, Pdg Alai, Kt Panjang, Bl Batimah Cabe : Kt Baru, Bl Jaring, Pdg Alai Mentimun : Kt Baru, Payobasung, Bl Jaring Buncis : Koto Baru Kc Panjang : Koto Baru Ubi Kayu : Padang Tangah

3. PAYAKUMBUH UTARA

Komoditi Unggulan

Padi : 27 Kelurahan

Timun : Kt Panjang, Nan Kodok, Tj Anau Buncis : Kt Panjang, Nan Kodok, Tj Anau Cabe : Kt Panjang, Nan Kodok, Tj Anau Bayam : Payonibung, Tambago, Talawi Kangkung : Payonibung, Tambago, Talawi Terung : Payonibung, Tambago,Talawi

Buah-Buahan

Pepaya : Talawi Jeruk Nipis : Talawi Sirsak & Alpukat : 10 Kelurahan

Komoditi Pendukung

Jagung : Talawi, Pdg kaduduk, Parambahan Ubi Kayu : Talawi, Pdg kaduduk, Parambahan Kakao : Kt Panjang, Parambahan Kelapa dalam : 27 Kelurahan Pert Organik : Kt Panjang, Parambahan, Payonibung, Payolinyam, Sei Durian

Dalam kegiatan pertanian, komoditas yang turut menggerakkan perdagangan berasal dari kelompok tanaman bahan pangan. Produktivitas padi cukup tinggi di wilayah perkotaan ini. Dari lahan 6.845 hektar, produksi padi 33.835 ton. Selain dikonsumsi sebagai bahan makanan pokok, beras dimanfaatkan untuk membuat makanan khas daerah. Jenis tanaman lain yang cukup berlimpah adalah ubi kayu, pisang, rambutan, mentimun, dan kangkung.

Di sektor peternakan, Payakumbuh termasuk produsen ternak cukup besar di Sumatera Barat. Produksi daging sapi, kerbau, kuda, kambing, ayam, dan itik tahun 2002 lalu 2,3 juta ton. Sementara produksi telur dari ayam ras, ayam kampung, dan itik 1,9 juta ton.

Dalam kegiatan pertanian, komoditas yang turut menggerakkan perdagangan berasal dari kelompok tanaman bahan pangan. Produktivitas padi cukup tinggi di wilayah perkotaan ini. Dari lahan 6.845 hektar, produksi padi 33.835 ton. Selain dikonsumsi sebagai bahan makanan pokok, beras dimanfaatkan untuk membuat makanan khas daerah. Jenis tanaman lain yang cukup berlimpah adalah ubi kayu, pisang, rambutan, mentimun, dan kangkung.

Di sektor peternakan, Payakumbuh termasuk produsen ternak cukup besar di Sumatera Barat. Produksi daging sapi, kerbau, kuda, kambing, ayam, dan itik tahun 2002 lalu 2,3 juta ton. Sementara produksi telur dari ayam ras, ayam kampung, dan itik 1,9 juta ton.

Infrastruktur
Infrastruktur jalan juga mulai ditingkatkan kondisinya. Saat ini tengah dibangun jalan lingkar luar bagian utara (10,45 km) dan selatan (15,34 km) yang menghubungkan Kota Pekanbaru dan Bukittinggi, disebut dengan Payakumbuh Bypass. Pembangunan jalan senilai Rp 31 miliar yang berasal dari pinjaman pemerintah pusat ke Bank Pembangunan Asia (ADB) ini diharapkan mampu menunjang perekonomian kota. Termasuk mengalihkan kepadatan lalu lintas di jalan nasional yang melalui pusat kota ke bagian utara dan selatan. Bila pembangunan jalan tadi selesai, Payakumbuh optimistis mampu menangkap peluang wisata dari kebiasaan orang Riau (Pekanbaru) yang suka berakhir pekan ke wilayah Sumatera Barat, seperti Bukittinggi dan Padang. Kondisi Bukittinggi yang mulai kewalahan menampung tumpahan wisatawan domestik dari Pekanbaru membuka peluang bagi Payakumbuh mengembangkan perhotelan. Payakumbuh diuntungkan karena wilayahnya dilalui rute Pekanbaru-Bukittinggi. Sementara jarak Payakumbuh- Bukittinggi 30 kilometer bisa ditempuh setengah jam berkendaraan. Karena memiliki letak yang strategis ini, Payakumbuh optimistis mengembangkan kegiatan perdagangan, perhotelan, dan restoran.

http://payakumbuhkota.go.id/?lang=ina&action=profil&tipe=potensi

Like this on Facebook

Add this anywhere

2 thoughts on “Harato Pikumbuah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s