Uni Roehana

Repost from Jejak Islam untuk Bangsa 02 Des 2015


JALAN JIHAD UNI ROEHANNA

Oleh : Tristia Riskawati

Alumni Fakultas Komuniskasi Universitas Padjadjaran

 “Perputaran zaman tidak akan pernah membuat perempuan menyamai laki-laki. Perempuan tetaplah perempuan dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah perempuan harus mendapat pendidikan dan perlakuan yang lebih baik. Perempuan harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah, yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan memiliki ilmu pengetahuan”

– Rohana Koeddoes ; Jurnalis muslimah pertama di tanah air.
Perempuan melakoni pekerjaan sebagai jurnalis sudah bukan hal yang tabu. Namun secara persentase jumlah jurnalis perempuan masih sedikit ketimbang jurnalis pria. Dari semua jumlah jurnalis yang ada di Indonesia, hanya tercatat 17 persen saja jurnalis perempuannya. Di Amerika Serikat yang dikenal sebagai negara “liberal” saja, hanya 36 persen dari keseluruhan pekerja media yang berjenis kelamin perempuan.

Kuantitas pekerja media berjenis kelamin perempuan bukanlah sesuatu yang esensial. Perlu diperhatikan pula, apakah perempuan yang membanjiri ladang pekerjaan kewartawanan kian bermanfaat bagi masyarakat?

Dengan jumlah sedikit pun, sejarah mencatat beberapa jurnalis perempuan yang membawa perubahan bagi masyarakat. Sebut saja Veronica Guerin. Guerin merupakan jurnalis Irlandia yang memiliki kepedulian untuk meliput skandal narkotika di Irlandia pada tahun 1900-an. Tragisnya, nyawa Guerin akhirnya raib akibat ditembak oleh mafia narkotika Irlandia yang tak suka dengan ulahnya. Namun, semenjak peristiwa tersebut, pemerintah dan masyarakat Irlandia pun mulai secara serius memberantas kasus narkotika.[1]
Beralih ke wilayah Timur Tengah, dunia mencatat nama Tawakkol Karman. Muslimah asal Yaman ini ditetapkan Komite Nobel meraih Hadiah Nobel Perdamaian 2011.

Tawakkol mengangkat derajat perempuan di Yaman yang masih diperintah secara kesukuan. Ia juga berjuang memberantas buta huruf di kalangan perempuan.

Tawakkol juga merupakan jurnalis yang kritis. Ibu dari tiga orang anak itu pada 2005 mendirikan Perhimpunan Wanita Jurnalis Tanpa Belenggu.[2] Ditanya mengenai apakah jilbab yang dikenakannya mengekang aktivitas jurnalistiknya, Tawakkol tak setuju bukan main. Baginya, praktik mengenakan jilbab dalam Islam merupakan perlambang peradaban yang tinggi, “Manusia di masa lalu hampir telanjang. Kemudian, kecerdasan manusia berkembang manusia mulai mengenakan pakaian. Apa yang saya hari ini dan apa yang saya kenakan merupakan tingkat tertinggi pemikiran dan peradaban yang manusia telah capai,bukan sebuah pengekangan. Jika manusia sekarang perlahan mengurangi bahan pakaian pada tubuhnya, ia kembali ke zaman purba dahulu!”[3]

Indonesia pun memiliki jurnalis perempuan penabuh genderang perubahan bagi masyarakat. Ia hidup di era dan lingkungan di mana perempuan tak terbiasa mengecap pendidikan baik formal maupun informal.

Keresahan serta asanya terhadap nasib perempuan yang dimarjinalkan acapkali ia abadikan dalam pelbagai tulisan. Dialah Roehana Koeddoes.

Roehana Koeddoes lahir di Kotogadang, Minangkabau, 20 Desember 1884. Muslimah dengan nama asli Siti Roehana adalah putri pertama dari perkawinan Moehamad Rasjad Maharadja Soetan dengan Kiam.

Ia adalah saudara sebapak dengan Sutan Sjahrir. Beruntunglah ia. Sejak kecil, Roehana mendapatkan perhatian dan dapat memenuhi kebutuhan dirinya dengan layak. Ayahnya memiliki beragam buku, majalah, dan surat kabar. Roehana pun, dengan restu sang ayah, melahap bacaan-bacaan ayahnya tersebut.[4] 

Tumbuh di lingkungan keluarga yang tidak membedabedakan pendidikan untuk anak lelaki dan perempuan membuat Roehana tumbuh sebagai pribadi terpelajar.

Kendati demikian, karena kaum perempuan di tanah kelahirannya tak akrab dengan pendidikan[5], Roehana pun dianggap aneh dengan segala pengetahuan yang ia miliki. Sejak kecil ia memang pandai, dan rajin mebaca surat kabar secara lantang dengan bahasa arab dan melayu. Ia pun akhirnya menjadi guru mengaji cilik bagi teman-teman sebaya, bahkan bagi para remaja. [6]

Namun, berkat kegigihan Roehana dalam mengubah keadaan perempuan Minangkabau—situasi pun

perlahan terbalik. Dengan meyakinkan masyarakat setempat melalui proses yang berliku, didirikanlah

Sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS) yang mengajarkan keterampilan tangan serta pendidikan dasar seperti menulis, membaca, berhitung, agama dan akhlak[7].

Amai setia juga mengajarkan bahasa arab dan latin bagi kaum wanita.[8]

Di KAS ia dipercaya oleh lebih dari 60 perempuan dalam musyawarah, yang mendaulat dirinya menjadi pemimpin KAS. Ia kembali menjadi pengajar untuk sekolah di perkumpulan tersebut. KAS menjadi perkumpulan yang amat berkembang sehingga menjadi unit usaha perempuan pertama di minangkabau. Termasuk di dalamnya usaha simpan pinjam. Bahkan tahun 1916 ia pun pernah mendirikan Rohanna School di Bukittinggi.[9]

Kiprah Roehana memang diawali dari dunia pendidikan. Namun ternyata ia tak terhenti hingga di situ. Roehana gemar menulis. Berbagai buah pemikirannya serta saripati dari hasil bacaannya sering ia tuliskan. Jenis tulisannya beragam, mulai dari artikel, surat, serta puisi yang berisi keinginan untuk memajukan kaum perempuan. Roehana ingin agar buah pemikirannya dapat menjangkau luas tak terbatas pada muridnya saja.

Akhirnya, tercetuslah ide dalam benak Roehana untuk merintis surat kabar.

Upaya yang ia lakukan selanjutnya ialah menghubungi Pemimpin Redaksi Surat Kabar Oetoesan Melajoe, Datuk Soetan Maharadja. Datuk Soetan Maharadja dikenal sebagai salah satu tokoh pers di minangkabau.

Sebelumnya ia pernah mendirikan Pelita Ketjil, sebagai surat kabar pertama berbahasa melayu dan didirikan oleh orang melayu minangkabau. Sumatera Barat, khususnya padang, menjadi salah satu kota pelopor serta penggerak dunia pers di Indonesia. Berbagai media massa dapat ditemukan dengan beragam latar, mulai dari agama (Al Moenir, Al Itqan, Al bayan) adat (Berito Minangkabau, Berito adat, Oetoesan Minangkabau), sastra (Surya) bahkan untuk anak-anak (Pelipoer Hati).

[10]

Melalui surat kepada Datuk Soetan Maharadja, Rohanna Koeddoes mengungkapkan nasib perempuan di Kotogadang. Ia menyampaikan, tujuannya menulis adalah semata-mata agar perempuan bisa mendapat pendidikan yang layak. Suratnya yang panjang dan menyentuh itu akhirnya menggugah Soetan untuk menawarkan bantuan.

Soetan pun akhirnya meminta anaknya Zubaedah Ratna Juwita bersama Roehana merintis dan mengelola surat kabar yang khusus mewartakan tentang perempuan. Pada 10 Juli 1912, terbitlah surat kabar yang Roehana idam-idamkan selama ini dengan nama Soenting Melajoe. Soenting Melajoe sendiri bermakna “Perempuan Melayu”.[11]
Pada 10 Juli 1912, terbitlah surat kabar yang Roehana idam-idamkan selama ini dengan nama Soenting Melajoe. Soenting Melajoe sendiri bermakna “Perempuan Melayu”
Ragam tulisan di Soenting Melajoe adalah artikel, syair yang berisikan imbauan kepada perempuan di mana saja berada. Terdapat pula sejarah, biografi dan berita dari luar negeri yang disadur Roehana dari mediamedia berbahasa Belanda. Selama menulis di Soenting Melajoe, Roehana tetap tinggal di Kotogadang dan mengirimkan dua artikel per minggu kepada Ratna Juwita di Padang.

Ada dua tujuan yang hendak dicapai oleh Roehana dalam keterlibatannya di bidang jurnalistik. Pertama, Roehana memiliki keinginan yang kuat untuk mengomunikasikan kepada khalayak tentang pembebasan perempuan dari keterbelakangan, terutama akses terhadap pendidikan. Di sini Roehana

ingin mengubah image masyarakat tentang perempuan, dimana perempuan itu tidak sebagai kaum yang terjajah tetapi harus dimerdekakan. Kedua, terlihat adanya “proyek” besar dari Roehana untuk mengeluarkan perempuan dari keterbelakangan ilmu pengetahuan, keterpinggiran yang dikontruksi oleh budaya, dan keterjajahan perempuan dari berbagai ketidakadilan, termasuk dalam bidang pendidikan.[12]

Ragam tema tulisan Roehana ihwal perempuan beragam. Umumnya, tulisan Roehana lebih banyak

menyoroti kehidupan perempuan dari lapisan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Ia merasakan bagaimana penderitaan perempuan dari kalangan menengah ke bawah karena ia sendiri merasakan hidupnya yang penuh perjuangan.

Roehana juga menyinggung sistem matriarchaat di Minangkabau, di mana warisan pusaka dan keluarga jatuh pada garis keturunan anak perempuan. Melalui pembahasan sistem ini, tampak pula pembelaan Roehana terhadap kaum lelaki. Dengan adanya matriarchaat, seorang nenek lebih banyak memberikan kasih sayang pada cucu dari anak perempuannya.

Sedangkan kasih sayang untuk cucu dari anak lelaki sangat kurang. Bagi Roehana, cucu dari anak jenis kelamin apapun patut mendapat kasih sayang yang layak.

Nasib perempuan-perempuan Jawa pun ia bahas.

Ia menyimpan keprihatinan terhadap perempuanperempuan yang mau dijadikan istri simpanan secara tidak sah oleh petinggi Belanda. Bahkan, ada pula yang ditelantarkan setelah lahir anak dari hubungan mereka. 

Ada pula yang anaknya diambil dan dikirim di Belanda, dan ibunya tak pernah diberi kabar nasib anaknya hingga akhir hayat.

Bahkan Soenting Melajoe yang digawangi Rohanna pernah memuat berita penindasan terhadap perempuan di perkebunan karet di Deli Serdang. Soenting Melayoe mengkritik keras pemerintah colonial yang membiarkan perempuan bekerja berat dengan upah yang sangat rendah. Situasi ini menyebabkan maraknya pelacuran di Deli Serdang. Berita ini dimuat oleh Soenting Melayoe, No. 22, 14 Juni 1915.[13]

Roehana tumbuh dan berkembang dengan adat istiadat serta pengajaran Islam. Biasanya anak perempuan hanya belajar agama tentang shalat dan menghafal Al Quran, namun mereka tidak bisa baca tulis huruf arab.

Roehana tidak mau hanya sekadar menghafal saja. Ia ingin belajar baca tulis Al Quran, dan tahu pula tafsirnya. [14] Ketika telah mempelajarinya, kemudian ia mengajari nilai-nilai Al Quran pada muridnya. Ia menekankan bahwa agama adalah tiang dari segala ilmu.[15]

Memang, nilai-nilai keislaman pada saat itu terkontaminasi ajaran adat istiadat Minangkabau yang

bertentangan dengan Islam. Hal ini dapat dilacak dari distorsi ajaran Islam oleh Kerajaan Pagaruyung di Batusangkar, Tanah Datar. Batusangkar merupakan asal keberadaaan nenek moyang masyarakat Minangkabau.

Setelah nilai-nilai Islam diterapkan secara baik oleh Kerajaan Pagaruyung, kerajaan tersebut diperintah oleh raja yang menafsirkan kaidah Islam seenaknya.

Sang raja tak segan-segan untuk berpoligami sebanyakbanyaknya, berjudi, sabung ayam, mabuk-mabukan, dan lain sebagainya.[16]

Kembali pada kisah Roehana, semangat memajukan nasib kaum perempuan pun berkobar tak hanya di kalangan perempuan saja. Pria pun turut menyatakan dukungannya kepada Roehana. Pada awalnya, penulis Soenting Melajoe adalah perempuan. Namun, pada perkembangannya laki-laki pun turut menyumbangkan tulisan untuk menyokong kemajuan perempuan.[17]

Rupanya, upaya perjuangan Roehana untuk memajukan kaum perempuan memunculkan kekhawatiran dari berbagai pihak. Beberapa ketakutan karena Roehana dianggap akan menyuruh istri untuk tak patuh pada suami, tidak mau ke dapur, dan tidak memiliki anak.

Merupakan sesuatu yang tak layak jika perempuan terlibat aktif dalam pergerakan-pergerakan politik.[18]

Roehana menepis anggapan tersebut. Istri dari Abdoel Koeddoes ini dengan tegas berpendapat, berputarnya zaman tidak akan pernah mengubah perempuan untuk menyamai laki-laki. Perempuan tetap perempuan dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Hal yang harus berubah adalah pendidikan dan perlakuan yang layak bagi perempuan.[19] Berikut pernyataannya:

“Perputaran zaman tidak akan pernah membuat perempuan menyamai laki-laki. Perempuan tetaplah

perempuan dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah perempuan

harus mendapat pendidikan dan perlakuan yang lebih baik. Perempuan harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah, yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan memiliki ilmu pengetahuan”[20]

‘Emansipasi’ yang Roehana maksudkan tidaklah menuntut persamaan hak antara kaum perempuan dengan laki-laki. Namun, ia ingin mengukuhkan fungsi alamiah perempuan itu sendiri secara kodrati. Roehana berpandangan, untuk dapat menjadi perempuan sejati tentulah membutuhkan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Maka, ia pikir sangatlah diperlukan pendidikan untuk perempuan.[21]

Soenting Melajoe bahkan seringkali bersiteru dengan surat kabar perempuan lain, yaitu Soeara Perempoean (1917 – 1919). Soeara Perempoean yang berhaluan liberal, dengan tidak mengikat dirinya pada adat, menyuarakan kebebasan perempuan yang setara dengan perempuan Eropa. Salah satu polemiknya adalah memuat kritik terhadap perempuan yang kebablasan dalam kebebasan, yang dimuat dalam Soenting Melajoe (Jumat, 23 April 1920),

“Sebaliknja kalau ditilik poela kepada kemadjoean bangsakoe perempoean di Alam minangkabau ini, adoehai hantjoer loeloeh hatikoe, karena meingat kemadjoean mereka itoe tidaklah tambah mengharoemkan namanja Alam Minangkabau ini, hanjalah seolah-olah sebagai menanam ratjoen boeat menghinakan perempoean2 Melajoe di Alam Minangkabau ini di mata bangsa lain., kemadjoean mereka itoe soedahlah melebihi watasnja lagi memakaikan sebagaimana hak perempoean.” [22]

Roehana pun dikenal sebagai pribadi yang seimbang dalam menjalankan tugas-tugas dan tugas rumah, serta antara waktu bekerja dan beristirahat. Barangkali inilah yang membuat suaminya segenap hati mendukung Roehana, di samping karakter Abdul yang pada dasarnya berwawasan luas.

Semenjak Soenting Melajoe, Roehana tiada pernah berhenti berkiprah di dunia jurnalistik. Ia senantiasa berjuang melalui dunia ini. Misalnya ketika dia hijrah ke Medan, Roehana menjadi redaksi pada surat Kabar Perempuan Bergerak yang diterbitkan di Medan. Pada tahun 1924 Rohana kembali pulang ke kampung halaman. Meski demikian, eksistensinya sebagai “orang pers” mendapat sambutan yang luas. Roehana pun dibidik oleh surat kabar Radio yang diterbitkan oleh Cina Melayu Padang untuk menjadi redakturnya.

Selain itu, buah pikiran Rohana tersebar hingga lintas pulau melalui tulisan. Tidak hanya pada media massa terbitan lokal, tapi sudah merambah ke media yang terbit di pulau Jawa. Berkat dedikasinya di dunia pers, Roehana dinobatkan sebagai wartawati atau jurnalis perempuan pertama di negeri ini yang bergerak memperjuangkan kaumnya. Pemerintah Sumatera Barat menobatkan Rohana sebagai wartawati pertama di Minangkabau, dengan diberikannya penghargaan kepada Roehana Koeddoes pada tanggal 17 Agustus 1974. Penghargaan ini diterima setelah dua tahun Roehana meninggal dunia pada tanggal 17 Agustus 1972.[23]

Selain itu, buah pikiran Rohana tersebar hingga lintas pulau melalui tulisan.

Tidak hanya pada media massa terbitan lokal, tapi sudah merambah ke media yang terbit di pulau Jawa. Berkat dedikasinya di dunia pers, Roehana dinobatkan sebagai wartawati atau jurnalis perempuan pertama di negeri ini yang bergerak memperjuangkan kaumnya

Jurnalisme Berpihak

Sudah lebih dari setengah abad kemerdekaan Indonesia berumur. Keleluasaan perempuan dalam berkiprah telah jauh lebih baik dibandingkan dengan pada masa Uni Rohana. Secara umum tiada halangan berarti bagi perempuan untuk bekerja sebagai jurnalis.

Namun industri media yang kini cenderung berpihak ada kepentingan politik dan kapitalis membuat kiprah jurnalis—baik lelaki maupun perempuan—kian memudarkan mata hati masyarakat untuk tertuntun cahaya fitrah Islam.

Jurnalisme yang dilakoni Roehana adalah jurnalisme yang memihak. Secara teoritis, jurnalis dituntut untuk bersikap netral. Namun pada kenyataannya, media tentu memiliki kepentingan masing-masing baik secara terselubung ataupun secara jelas dinyatakan. Seperti itulah yang dijalankan oleh Rohanna Koeddoes yang memilih untuk memihak pada nasib perempuan, namun berada dalam naungan agama.

Roehana Koeddoes, di satu sisi tak pernah bercita-cita menjadi jurnalis. Tujuan utamanya semata-mata adalah sebuah jihad dalam menyampaikan ilmu yang ia miliki.

Menjadi jurnalis adalah media untuk menyampaikan ilmu. Berbeda dengan kecenderungan masyarakat sekarang yang lebih mengejar titel, tanpa menetapkan dengan pasti tujuan hidup mereka.

Roehana mengajarkan kita untuk menetapkan tujuan mulia di segala mula tindakan kita. Tak hanya itu, dara Minangkabau ini sangat percaya akan kekuatan mimpinya. Jika percaya serta konsisten dalam mewujudkan mimpi mulia kita, maka Allah akan mencarikan jalan agar kita menggapainya.

Tantangan antara zaman Roehana dan zaman kita tentu berbeda. Dulu, perempuan begitu dikekang atas nama tradisi. Roehana memperbaiki keadaan tersebut dengan kembali menegaskan posisi perempuan yang sesungguhnya dalam Islam. Kini, perempuan begitu liar tak terkendali atas nama modernitas. Menjadi sebuah tantangan bagi pejuang Islam kini, termasuk jurnalis, untuk kembali menegaskan jati diri perempuan sesuai dengan nur Islam.
Sumber:

[1] http://biography.yourdictionary.com/veronica-guerin

[2] http://www.britannica.com/EBchecked/topic/1796326/Tawakkul-Karman

[3] http://dailymuslims.com/2012/04/28/hijab-is-a-symbol-of-the-highest-level-of-civilization-says-nobleprize-

winner/

[4] Fitriyanti, Roehana Koeddoes: Perempuan Sumatera Barat, Yayasan Jurnal Perempuan : Jakarta, 2001,

hlm. 17-19

[5] Fitriyanti, Ibid, hlm. 11

[6] Hanani, Silfia. 2012. “Rohana Kudus dan Pendidikan Perempuan”. Bukittinggi: STAIN Syech M. Djamil

Djambek. Hlm 5

[7] Fitriyanti Ibid, hlm. 57-58

[8] Sunarti, Sastri. Kelisanan dan Keberakasaraan dalam Surat Kabar Terbitan Awal di Minangkabau (1859-

1940an), Kepustakaan Populer Gramedia : Jakarta, 2013.

[9] Hanani, Silfia. 2012. “Rohana Kudus dan Pendidikan

Perempuan”. Bukittinggi: STAIN Syech M. Djamil Djambek. Hlm 6-7

[10] Sunarti, Sastri.

[11] Fitriyanti, Ibid, hlm. 69-71

[12] Hanani, Silfia. 2012. “Rohana Kudus dan Pendidikan Perempuan”. Bukittinggi: STAIN Syech M. Djamil Djambek.

Hlm 9

[13] Sunarti, Sastri. Hal 184.

[14] Fitriyanti, Ibid, hlm. 24

[15] Fitriyanti, Ibid, hlm. 35

[16] Fitriyanti, Ibid, hlm. 6

[17] Fitriyanti, Ibid, hlm. 6

[18] Fitriyanti, Ibid, hlm. 6

[19] Fitriyanti, Ibid, hlm. 6

[20] Sunarti, Linda. 2013. Islamic Women’s Movement in Indonesia in The Beginning of The 20th Century.

Universitas Indonesia. Hlm. 393-394

[21] Sunarti, Linda. 2013. Ibid, hlm 394

[22] Sunarti, Sastri.

[23] Hanani, Silfia. ibid

Cinta karena telah terbiasa

Salah satu bait lagu yang cukup kita kenal dari dewa 19,

…..

Aku bisa membuatmu

Jatuh cinta kepadaku

Meski kau tak cinta kepadaku beri sedikit waktu

Biar cinta datang karena telah terbiasa

……

 

Allah juga bisa membuatmu jatuh cinta pada-Nya,

Beri sedikit waktu mu, maka cinta itu akan muncul karena telah terbiasa,

 

Shalat 5 waktu tepat pada waktunya,

Shalat tahajud di penghujung malam,

Shalat dhuha disaat matahari mulai merangkak,

Tilawah Qur’an di sepanjang hari,

Al-Ma’surat pagi dan petang,

Mengucap Bismillah setiap memulai kegiatan,

Bersyukur dengan melafazhkan Alhamdulillah setiap selesai beraktifitas dan memperoleh kebaikan,

Bertasbih dengan Subhanallah dan MasyaAllah saat menemukan kejadian,

Tersenyum setiap bertemu muslim,

….. de el el

 

Banyak hal yang butuh kita lakukan untuk menunjukkan diri sebagai pribadi Muslim,

Jika semua dipikirkan akan terasa banyak dan rempong untuk menyusun waktu untuk melaksanakan semua,

Hingga rasa malas dan enggan lebih mendominasi,

Al hasil hanya melakukan yang perlu,

 

Coba kita beri sedikit waktu untuk mencoba lebih keras untuk melakukan semua itu,

Satu minggu,

Dua minggu,

Satu bulan,

Lalu …

Satu hari berikutnya…

Dua hari berikutnya…

Absen ….

 

Percaya, ada rasa yang hilang,

Ada rasa yang berbeda,

Tau kenapa,

Karena telah terbiasa,

Karena kita telah percaya kita telah terbiasa,

 

Terbiasa dengan air wudhu yang menyegarkan diwaktu yang tepat,

Terbiasa dengan ketenangan malam hingga bisa menangis rindu mengadu pada-Nya,

Terbiasa dengan dendangan suara merdu kita melantunkan kalimah-Nya,

Terbiasa dengan wajah ceria yang menemukan senyuman kita,

Terbiasa dengan tasbih singkat namun berarti dalam di hati dan akal kita,

 

Ingat tiga kata, biasa ada dalam drama Korea,

Mian (maaf),

Kamsahamnida (terima kasih),

Sarangheyo (sayang kamu),

*maaf jika ada salah penulisan,

 

Saat kita terbiasa dengan hal tadi, kita juga melakukan hal sama,

Memohon maaf pada-Nya dalam doa,

Berterima kasih dalam doa dan tindakan kita,

Dan akhirnya kita tahu, bahwa kita mencintai-Nya dan mencintai karena-Nya,

 

AlhamdulillahCandyLoveE

Nikmat yang mana lagi yang akan kau dustai?

33 kali dalam surat Ar Rahman Allah SWT bertanya nikmatnya yang mana lagi yang akan kita dustai?

Allah sedang mendidik kita, dengan pertanyaan itu kita diajak tuk mengingat, memikirkan, merenungkan nikmat yang Ia berikan pada kita. Mengingat semuanya, dari kita lahir hingga usia kita saat ini.
Menuntun kita tuk menyadari kekayaan yang ada pada setiap diri kita dan kemudian mensyukurinya.

Tentu jika kita banding dengan orang lain, barangkali mereka lebih baik dari kita, namun ada juga yang malah kita lebih baik dari mereka.
Ya, kita kaya dengan kekayaan kita masing-masing. Apa kekayaan itu, jawaban setiap pribadi itu yang tahu.
Coba kita lihat kekayaan terbesar di diri kita yakni tubuh kita. Tidak ada satu pabrik yang bisa memproduksi satu bagianpun dari tubuh kita.
Saat bagian itu rusak, betapa malangnya kita. Ya, walau sekarang sudah ada donor organ, bagi sebagian orang itu hal yang sulit, walau ada yang rela memberikan begitu saja, tentu ada juga yang menukarnya dengan mata uang yang jumlahnya terhitung mahal.
Dan ingat Allah SWT telah memberikan dengan cuma-cuma
, dan yang terpenting ORIGINAL alias Asli.
Plus seperangkat software biogenetik yang disebut otak. Sebuah organ yang tidak bisa diganti bahkan dengan donorvotak sekali pun.
Dari sana akal bekerja. Mempelajari hal yang sederhana hingga hal yang rumit, dari tidak mengerti hingga begitu memahami. Luar biasa!

Coba pikir, apa maksud nikmat yang gratis ini?
Ya, itu fasilitas VIP untuk kita bergerak maju dalam menjalani waktu yanf terus habis hingga mengantarkan kita pada saat kembali.
Dengan fasilitas VIP itu kita bisa berusaha, berusaha hingga maksimal.
Kita bisa memikirkan hal yang terbaik untuk kita lakukan dan kemudian melakukannya, dan berhasil dengan izin-Nya.
Hebat!
Saat kita lapar, banyak hal yang ingin kita makan, hebat kita bisa membuatnya sendiri, cari resepnya, beli bahannya, lalu dimasak sesuai petunjuk dan hmm….bismillah, enak.

Semua itu bisa kita lakukan dengan VIP yang gratis itu. Otak memikirkan dan anggota tubuh melakukan.

Sebenarnya kawan, aku lagi pengen makan. Haaha…

Sebenarnya kawan, ku ingin menyampaikan bahwa menurutku Allah dari Al Quran mendidik kita dengan pertanyaan itu untuk menyadari apa yang kita punya, lalu memanfaatkannya melakukan banyak hal yang bermanfaat dan kita yakini yang bisa disebut sebagai rasa syukur kita atas nikmat itu. Dan bisa jadi ini disinilah nilai ibadah yang kita peroleh karena berusaha.
Saat engkau gagal, ingat lah nikmat yang kita dapati dari kegagalan itu dan ingat nikmat yang masih kita miliki, lalu bersyukurlah karena ternyata masih ada yang kita miliki untuk kembali berusaha.
Dan nikmat syukur itu, hingga sesungguhnya kita sedang menjadi pribadi yang terus maju.

Rangkulan Ibuku

Hari ini aku mengerti air mata ibu sesaat sebelum aku check in di bandara itu. Aku pun akhirnya mengerti mengapa ia bersikeras mengantar keberangkatanku. Jawaban adalah judul lagu NOAH Band ‘Separuh Aku’ ada bersamanya dan separuh itu akan pergi.

Bukan hal mudah untuk membiarkan bagian yang lekat pada kita untuk pergi. Walau hanya terpisah tempat sementara.

 

Ada rasa yang menyeruak dan mendorong air mata untuk mengalir lagi di pipi. Ada rasa rindu dan ingat semua kenangan indah.

 

Itu yang kurasakan saat Laki-lakiku pergi mengejar mimpinya sebagai seorang Lelaki.

 

Ya Allah, jaga dia dalam perjalanannya,

Kawal mimpinya,

Kawal hatinya,

Jadikan ia dekat denganmu dan semakin dekat,

 

Aku pun juga begitu,

Hingga saat kami merindukannya,

Engkau pun mendekatkannya,

 

Doaku…yang ingin ku sampaikan pada-Mu Ya Allah…

 

Semoga Allah menjaganya seperti Allah menjaga ku saat keberangkatanku dulu,

 

Ku percaya ada doa ibu yang menjaga perjalananku,

 

Dimana ada sepasang orang tua ada dalam perjalanan pesawatku pulang-pergi,

Ada seorang adik yang mengantar ke kos teman tuk menginap,

Ada seorang teman yang merawatku,

Ada sebuah keluarga yang menjagaku,

 

Ku percaya, itu ada dalam doa ibu

Yang Engkau kabulkan Ya Allah

Ku harap engkau kabulkan doa ku juga

 

Dan ku percaya juga ada doa ibuku yang lebih mujarab…

 

Ya Allah…Lindungi Laki-laki kami

Bersiap belajar lagi

 

Posted by  in EducationKontributor | 0 comments

Bersiap Sekolah Ke Luar Negeri [Tips]

 

[facebook_ilike]

 

Ditulis juga di http://imanusman.com


Siapa sih yang nggak pengen sekolah ke luar negeri? Tanpa bermaksud untuk mengkerdilkan pendidikan di negeri kita, tapi memang sekolah ke luar negeri jadi salah satu daya tarik bagi kebanyakan pelajar di Indonesia, dan Amerika Serikat mungkin jadi salah satu tujuan utama (atau favorit). Sebelumnya, gue sempat sharing tentang apa sih kelebihan sekolah ke luar negeri. Intinya, mulai dari mendapatkan guru-guru terbaik di dunia, fasilitas yang super lengkap yang mendukung kegiatan belajar, teman-teman yang berasal dari berbagai negara (diversed), koneksi global, perpustakaan dengan buku-buku terlengkap, serta nilai-nilai hidup yang mungkin baru bisa kita temukan ketika berada di luar zona nyaman (kemandirian, toleransi, kesabaran, dll), adalah segelintir dari manfaat yang bisa kita temukan ketika sekolah ke luar negeri. Teman saya, Marsha Sugana pernah menulis soal Indonesian vs American Education di Jakpost juga :D

Jangankan sekolah ke luar negeri, kegiatan pertukaran pelajar singkat, pelatihan, atau bahkan liburan sekalipun banyak memberikan manfaat bagi kita. Saya sebelumnya sempat share juga mengenai hal ini, di kampus saya, FISIP UI. Intinya, bagi teman-teman yang beruntung untuk ikutan segala macam kegiatan di luar negeri, pesan gue (yang selalu juga gue ingetin ke diri gue sendiri – jangan lupa untuk give back! Nggak semua orang bisa seberuntung kita :D )  :

Makanya, mungkin salah satu pertanyaan yang paling sering gue terima adalah:

1. Gimana sih caranya dapat beasiswa untuk sekolah ke luar negeri?

2. Apa aja yang harus dipersiapkan kalau mau sekolah ke luar negeri?

Well, sebetulnya pertanyaan ini “agak salah alamat” kalo ditanya ke gue. Karena gue sendiri bahkan belum pernah (benar-benar) sekolah di luar negeri (at least untuk waktu yang lama). Herannya pertanyaan kayak gini sering banget gue terima, dan membuat gue ngerasa bertanggungjawab untuk share, at least apa yang gue tahu dan apa yang gue udah denger dari teman-teman yang udah berhasil sekolah ke luar negeri.

Pertanyaan 1: Bagaimana caranya dapat beasiswa?

Well, untuk pertanyaan ini jujur agak sulit ngejawabnya. Karena gue sendiri aja masih s1, dan juga punya pertanyaan yang sama “gimana ya dapat beasiswa ke luar negeri buat s2?” :D – The only thing I know, Be Prepared! Bersiap! Bersiap! Yes, beasiswa (apalagi untuk sekolah ke luar negeri) bukan hal yang bisa disiapin semalam, tapi itu butuh waktu, butuh proses! Mulai dari mempersiapkan diri dengan kapasitas kita, sampai be updated dengan informasi beasiswa itu sendiri. Seringkali kita cuma tahu universitas-universitas kayak Harvard, Columbia, Yale (Ivy League) di AS – padahal sebenarnya ada banyaaaak banget universitas lain yang kualitasnya juga bagus. Cuma, kita seringnya nganggap yang nyediain beasiswa dan “bagus” cuma universitas-universitas itu aja loh. Padahal belum tentu loh universitas yang secara umum bagus rankingnya, tapi juga bagus untuk major (jurusan) yang mau kita ambil. So, intinya be prepared, be updated with information. Biasanya, pembukaan beasiswa itu hampir sama kok waktunya setiap tahunnya – jadi waktunya yang harus kita tahu. Kalopun misalnya kamu mau ngambil s2 2 tahun lagi, atau masih lama (menurut kamu) nggak ada salahnya untuk cari-cari info dari sekarang, soal waktu pendaftaran, dll. Jadi ketika itu beneran datang, you already well prepared!

Beberapa links yang bisa dijadikan rujukan untuk informasi ranking di AS*:

http://www.usnews.com/rankings – includes ranks for multiple categories

National Universities Rankings:

S1 – http://colleges.usnews.rankingsandreviews.com/best-colleges/rankings/national-universities

S2 – http://grad-schools.usnews.rankingsandreviews.com/best-graduate-schools

This website is THE best source of info for undergraduate admissions (discussion forum sih, tapi it’s very informative and helpful):
or the non-discussion based website: http://www.collegeconfidential.com/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Businessweek also has a pretty good list of MBA/BBA Rankings, tapi they use different methods of ranking the schools, though they are considered more legitimate than FORBES by employers:

Selain universitas, perhatikan juga dengan kota dimana universitas itu berlokasi. Kadang itu dijadikan pertimbangan juga! Karena kan kalo sekolah disana, kita nggak cuma belajar aja – tapi juga punya kehidupan lain di luar itu.

* Thank you Marsha Sugana for helping me with the links :)

 

Pertanyaan 2: Apa sih yang harus dipersiapkan kalo kuliah/ sekolah ke luar negeri?

Note: Jawaban ini saya rangkum aja ya dari cerita teman-teman saya yang udah duluan kesana. Once more, I am not the expert in this field, tapi ya hanya mencoba membantu saya (moga-moga ga sotoy :D )

1. Persiapan Aplikasi

Selain hal-hal wajib yang sifatnya akademik (kayaktranscript), SAT/ GMAT/ GRE (Jadwal tes International SAT bisa dilihat di sini), dll (cek apa aja syarat2 yg dibutuhkan di website universitas yang kamu tuju – perhatikan bahwa kamu mengisi forms yang tepat – there might be couple of application forms that you have to prepare). Selain itu, kalo misalnya mau ke US, sekarang ada namanya Common Application (jadi kamu ga perlu ngisi application berjuta-juta kali untuk apply ke beberapa univ di sana – tp remember, kadang ada beberapa suplemen apps yang harus dipersiapkan u/ brp univ tertentu). But It helps!

Ada juga hal-hal lain yang juga ga kalah pentingnya untuk dipersiapkan:

Bahasa

Kita harus tahu bahasa apa yang digunakan baik bahasa pengantar saat kuliah, maupun bahasa sehari-hari. Meskipun misalnya bahasa pengantarnya adalah Bahasa Inggris, tapi kalo bahasa sehari-harinya adalah Perancis/ Spanyol, you need to survive, right? Biasanya sejumlah universitas menetapkan syarat untuk kemampuan berbahasa asing, khususnya bagi calon siswa dari negara yang tidak menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya. Terus gimana dong? Yups, TOEFL. Biasanya, TOEFL yang digunakan juga yang IBT (internet based toefl). Kalau merasa kemampuan berbahasanya masih kurang, jangan khawatir. Itu gunanya mempersiapkan diri jauh jauh hari, supaya kita juga bisa belajar lebih banyak soal bahasanya. Informasi tes TOEFL, salah satunya bisa dilihat disini.

Essay

Janganlah essay diremehkan! Ini jadi salah satu bagian yang vital. Kalo misalnya prestasi akademik cenderung biasa-biasa aja, essay bisa ngedongkrak banget. Atau kalaupun prestasi akademis dan non-akademisnya luar biasa, tapi pas di essay “zzzz” banget – juga dipertanyakan :)Di video yang gue upload di bawah (yg At America) – Juris (salah satu pembicara) di bagian akhir videonya – ngejelasin banget soal pentingnya essay dan gimana waktu dia bikin essay dulu. Intinya, membuat essay adalah salah satu bagian yang membutuhkan waktu yang cukup panjang, dan butuh latihan. Kamu bisa memulai dengan sering-sering membaca contoh essay dari siswa-siswa yang berhasil lolos ke universitas top (banyak kok dijual di toko buku) – atau bisa juga searching di Internet (misalnya ini). Jangan lupa minta orang untuk proofread essay kamu.

Recommendation Letter

Biasanya diminta beberapa surat rekomendasi. Surat rekomendasi biasanya diberikan oleh orang di luar keluarga inti. Dan biasanya berasal dari dua kalangan: lingkup sekolah (akademis) dan luar sekolah. Make sure bahwa orang yang surat rekomendasi buat kamu, adalah orang yang kenal dengan kamu secara personal, sehingga bisa menjelaskan who you are secara spesifik. Surat rekomendasi bukan cuma bilang hal-hal general kayak “Iya si A anak yang pintar dan rajin”, tapi sangat spesifik misalnya “A adalah anak yang punya kemauan keras untuk mengejar apa yang diimpikannya. Sewaktu itu… / di kelas saya …. ” – so, kalo orangnya nggak kenal sama kamu, gimana orangnya bisa ngasih rekomendasi tentang kamu. Ada baiknya, kamu juga kasih contoh surat rekomendasi itu kayak apa (bisa di googling) – jadi orangnya punya bayangan, apalagi kalo dia belum pernah bikin surat rekomendasi sebelumnya. Dan jangan deadliner! Kasih waktu yang cukup buat si orang itu untuk berpikir dan menuliskannya :)

GRE

Ini bisa dibilang graduate level version of SAT. Hampir semua universitas, kalo teman-teman mau ngambil semua program S2 menetapkan syarat GRE. Apa aja tes nya?

  • Verbal Reasoning — Measures your ability to analyze and evaluate written material and synthesize information obtained from it, analyze relationships among component parts of sentences and recognize relationships among words and concepts.
  • Quantitative Reasoning — Measures problem-solving ability, focusing on basic concepts of arithmetic, algebra, geometry and data analysis.
  • Analytical Writing — Measures critical thinking and analytical writing skills, specifically your ability to articulate and support complex ideas clearly and effectively.

Info soal GRE bisa dilihat disini.

2. Persiapan Biaya

Let’s say kamu sekolah di luar negeri bukan dengan beasiswa, nah penting banget mengkalkulasikan biaya yang dibutuhkan sebelum berangkat. Biasanya, pertimbangan biaya juga jadi salah satu pertimbangan dalam menentukan mau sekolah dimana. Karena taraf hidup di satu kota bisa aja beda dengan kota lainnya, meski masih dalam 1 negara. Kalaupun kamu dapat beasiswa, perhatikan juga apakah beasiswa tersebut sudah menanggung biaya yang dibutuhkan sepenuhnya? Saran gue, mungkin bisa banyak-banyak diskusi atau ngobrol sama temaan/ saudara/ senior/ dosennya yang pernah sekolah di sana, at least bisa jadi gambaran.

3. Kelengkapan Akademis dan Aplikasi

Make sure bahwa semua persyaratan yang dibutuhkan sudah lengkap (check list lagi ya) – dan kamu juga sudah siap secara mental dan finansial :D ! Kirimkan tepat waktu! Jangan sampai terlambat – sisakan waktu yang cukup untuk potensi keterlambatan :)

Mau lebih lengkap lagi, bisa juga nonton beberapa video yang menurut gue cukup relevan danrecommended:

Pertama, waktu gue ikutan sharing session di At America dan dengerin kisah temen-temen yang udah nyemplung langsung sekolah di sana (jadinya tips nya lebih terpercaya :D ). Di video ini, teman-teman bisa dapat info paling basic soal pendidikan di AS, gimana cara mempersiapkan dapat beasiswa, ampe soal student’s life dari perspektif anak muda Indonesia sendiri. Very recommended to watch the last part (Juris Tan) yang ngomongin soal How To:

 

Dan yang kedua, video dari AccessEdu yang menurut gue cukup singkat dan padat (kalo males nonton video yg panjang di atas) – untuk ngejelasin tips-tips yang lagi kita bahas ini.

Nah, semoga sedikit tulisan ini bisa membantu teman-teman yang lagi berharap dan berjuang untuk bisa sekolah di luar negeri. Ga salah kok mimpi tinggi-tinggi, toh pendidikan memang jadi eskalasi hidup kita (seperti yang selalu dibilang Mas Anies Baswedan kepada saya :D ) – Kalau ada yang mungkin punya pengalaman serupa, mungkin bisa sharing dan nambahin juga :) Coba cari informasi dari sumber lain juga ya, siapa tahu saya ada yang terlupa atau terlewatkan. Semoga bermanfaat :) . Kalau menurut teman-teman ini bermanfaat, silahkan di share ke yang lain. Let’s make more Indonesians going abroad for good :)

Note: salah satu website yang cukup oke untuk dijadikan panduan juga (khususnya buat yang mau kuliah di AS): College Confidential

copy from

http://indonesianfutureleaders.org/?p=35741

Jadwal Pengeluaran Racun dari Tubuh Kita

Jadwal Pengeluaran Racun Dari Tubuh Kita

Pada waktu-waktu tertentu, sistem tubuh kita MEMBUANG RACUN di dalam nya. Bila kita MENGENALI JADWALNYA, kita dapat MEMAKSIMALKAN PEMBUANGAN RACUN tersebut. Karena misalnya, TIDUR TERLALU MALAM atau BANGUN TERLALU SIANG, bisa mengacaukan proses PEMBUANGAN ZAT-ZAT tidak berguna.

 

~ Dari Tengah Malam s/d pukul:04.00 Dini hari adalah: WAKTU BAGI SUMSUM TULANG BELAKANG untuk: MEMPRODUKSI DARAH. SEBAB ITU, TIDURLAH YG NYENYAK & JANGAN BEGADANG. HAYO, KITA CERMATI JADWALNYA :

 

1. Malam Hari Pukul 21.00- 23.00 :

adalah WAKTU PEMBUANGAN ZAT2 tidak berguna/BERACUN (DETOXIN) di bagian SISTEM ANTIBODI (KELENJAR GETAH BENING).

* Selama durasi waktu itu, KITA HARUS DALAM SUASANA ”TENANG” atau ‘MENDENGARKAN MUSIK’.

* JANGAN SIBUK BEKERJA di waktu-waktu Ini.

 

2. MALAM HARI Pukul 23.00-01.00 :

Dini hari, terjadi proses DETOXIN di bagian HATI yang berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

 

3. Pukul 01.00-03.00 Dini hari :

PROSES DETOXIN di bagian EMPEDU, juga berlangsung dalam kondisi tidur.

 

4. Dini Hari Pukul : 03.00-05.00 :

terjadi DETOXIN di bagian ”PARU”‘. Sebab itu akan terjadi BATUK yang HEBAT bagi penderita batuk selama durasi waktu Itu.

*Karena proses pembersihan (DETOXIN), telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar tidak merintangi proses pembuangan kotoran.

 

5.Pagi Pukul 05.00- 07.00 :

DETOXIN di bagian USUS BESAR, harus BUANG AIR, JANGAN DITAHAN-TAHAN.

 

6.Pukul: 07.00-09.00 :

WAKTU PENYERAPAN GIZI MAKANAN bagi USUS KECIL, jadi harus makan pagi.

* Bagi orang yang sakit sebaiknya makan LEBIH PAGI, yaitu : sebelum pukul: 06.30

* Makan pagi sebelum Pukul: 07.30 : SANGAT BAIK BAGI KESEHATAN. (sehatislamy.com)

 

Pasted from <http://kiatsehat2010.blogspot.com/2012/06/jadwal-pengeluaran-racun-dari-tubuh.html>

 

Membuat Hari Paling Bahagia

‘Jika ini adalah hari terakhirku …

Maka hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupku..

Sebentar lagi akan bertemu dengannya..

Kembali pada Yang Maha Awal ^_^’

….

Saat kita memiliki yang dicintai dan mencintai,

lalu membuat janji untuk bertemu…

hari demi hari yang terlewati akan membuat kita semakin bahagia

karena akan semakin dekat saat untuk bertemu dengannya …

Menjelang hari itu datang kita berusaha mempersiapkan diri

agar tampil baik saat bertemu dengannya nanti,

Mempercantik riasan wajah,

Menjaga makanan sehingga tubuh sehat dan bagus,

Memilih pakaian yang terbaik,

Memilih sepatu atau sendal terbaik,

Berlatih berbicara sebaik dan senyaman mungkin untuk didengarnya,

Mengumpulkan berbagai informasi tentang hal-hal yang disukainya,

dan mempersiapkan berbagai kejutan untuk menyenangkannya,

Hingga besok adalah hari bertemu dengannya …

hati ini semakin dag dig gug …

semua persiapan telah dipersiapkan jauh-jauh hari terasa masih banyak yang kurang …

grogi …

bahagia …

waaah … semuanya ber-mix dalam hati dan pikiran

Namun satu yang paling mudah tersirat diwajah adalah senyum …

baik ada yang menggoda atau tidak …

ada saja hal yang membuat tersenyum bahagia …

karena besok akan bertemu dengannya

….

Ya Allah …

Buat lah hati seperti itu setiap hari ..

Merasakan seolah-olah esok adalah saat bertemu dengan-Mu

Hingga aku bisa selalu tersenyum bahagia

Memberikan senyum bahagia yang membahagiakan orang yang melihatnya

Hingga menjadi sedekah untukku dan mereka

Aamiin …

17 Sweet Moment

Setiap mimpi dimulai dengan langkah awal, hingga nanti mimpi itu menjadi kenyataan yang akan membuat kita tersenyum bahagia.

Setiap hari akan banyak mimpi yang bisa kita impikan. Setiap hari juga ada banyak mimpi yang terlupakan. Setiap hari ada banyak mimpi yang menjadi kenyataan. Setiap hari ada banyak mimpi yang bertransformasi menjadi mimpi baru dan menjadi lebih indah.

Dan dari sini, salah satu tempat yang mengajakku merangkai impian-impianku, my sweet dream.

Hari-hari pertama berangkat ke sekolah dengan seragam putih merah, sungguh bangga rasanya, seperti mencapai prestasi yang luar biasa…wah!

Aku sudah kelas 1 SD, punya tas baru dengan buku-buku yang disampul rapi dengan kertas kacang, sepatu baru, baju putih bersih, rok merah yang menyala seperti semangatku, topi dan dasiku.

Di kelas ini …

Buk Zar mulai mengenalkan huruf dan angka itu satu per satu, menjadi kata, menjadi kalimat dan menjadi cerita.

Berlanjut ke kelas 2 …

Pintu masuknya yang sebelah kanan, kalo yang sebelah kiri adalah WC dan ruang Mushalla. Di kelas itu Bu Yu mengajar dengan kasih sayang.

Di kelas 3 …

Ada pengalaman masak bubur kacang padi yang enak bersama Bu As di dalam kelas. Di kelas ini ini juga menjadi pengalaman pertama bolos belajar, karena kami  kelas 3 ada 2 kelas sedangkan ruang belajar hanya ada satu, jadi kami belajar shift, seminggu kelas 3A belajar pagi dan kelas 3B belajar siang, dan sebaliknya, hari itu aku lupa kalo dapat shift pagi, maka datang ke sekolah siang hari… jelas semua orang pada pulang dan aku pun pulang. Hehehe….!

Kelas 4 …

Ini permulaan persahabatan yang mengesankan, seorang teman sekelas yang lebih tua dariku melihat catatanku, entah kenapa aku merasa sangat terganggu, hingga akhirnya merobek buku catatanku sendiri hingga habis. Sampai dirumah tangisku menggugu di kamar dan nasehat ayah dan mama mengantarkan ku dalam persahabatan yang luar biasa.

Kelas 5 …

Ini awal sejarah indah bersama Ibu yang cantik Bu Linda. Seorang guru muda yang kompeten dan bersama beliau aku bisa merasakan menjadi juara kelas… hehe.

Kelas 6 ….

Adalah masa yang spesial karena kami (2 kelas) belajar dalam satu shift yang sama, dengan kelas berdampingan. Kelas 6 juga merupakan masa kompetisi, kami saling berusaha menjadi yang terbaik, salah satu saat ujian lisan dengan 2 orang maju berpasangan untuk menjawab pertanyaan guru. Di kelas ini, aku merasakan menjadi tutor untuk adik-adik di kelas 2, saat ini juga aku tahu kulit tebal ( walau tak setebal badak) hingga Bu Perawat harus menekan lebih kuat saat menyuntikku.

Saat kelas siang, alias saat les menghadapi ujian nasional, kami shalat di ruang kelas, tepatnya di atas meja dan teman yang tidak shalat atau telah selesai salat akan menjadi penguji iman teman-teman yang sedang shalat di atas meja, ada yang memanggil-manggil nama, bertingkah lucu dan bercanda. Dan di kelas ini, cinta monyet lagi menjamur, pernah ada teman cewek yang sekelas denganku yang langsung bertanya ke teman cowokku karena teman yang lain mengatakan kalau teman cowok itu suka padanya, hehe … coba bayangkan apa reaksi teman cowokku itu, hehe …

Hmm …. indah dan menginspirasi, namun saat datang kembali April 2012 dan memotret ruang kelas itu, sedih rasanya pijakan awal dari mimpi-mimpi indah itu terlihat seperti itu.

Namun, ada sebuah mimpi yang bangunan itu berikan padaku, untuk membuat lebih kuat mengejar mimpi. Dan bagaimana denganmu teman, singgahlah ke tempat awal mimpimu bermula dengan seragam Putih Merah itu… aku percaya ada pesan dan semangat yang diberikan padamu ^_^